CNN Indonesia
Selasa, 06 Mei 2025 10:00 WIB
Para pekerja tenaga kerja PT Sritex menjelang pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa waktu lalu. Kejaksaan Agung sekarang tengah mengusut dugaan korupsi pemberian angsuran bank kepada perusahaan tersebut. (ANTARA FOTO /MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap argumen tetap mengusut kasus dugaan korupsi nan terjadi pada PT Sritex meskipun perusahaan swasta.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar menyebut perihal itu dikarenakan materi investigasi mengenai dengan pemberian akomodasi angsuran oleh perbankan dilakukan oleh perusahaan plat merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu nan saya sampaikan bahwa bank pemberi angsuran ini kan bank pemerintah," ujarnya kepada wartawan di Kejagung, Senin (5/5).
Harli menjelaskan patokan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang finansial negara secara eksplisit menyatakan bahwa finansial wilayah juga merupakan finansial negara.
Dengan dasar UU itu, Harli menyebut andaikan ditemukan tindakan melanggar norma mengenai pemberian akomodasi angsuran terhadap perusahaan family Lukminto itu masuk dalam kategori korupsi.
"Oleh karenanya kita memandang apakah dana-dana nan diberikan sebagai pinjaman ke bank ke PT Sritex oleh duit pemerintah ini dan bank wilayah ada terindikasi ya," tuturnya.
"Perbuatan melawan norma nan terindikasi merugikan finansial negara alias daerah. Itulah nan mau dilihat dari sisi apakah ada kerugian negara di situ," imbuhnya.
Kejagung mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dari Bank BUMD mengenai kasus dugaan korupsi pemberian angsuran kepada PT Sritex.
Harli menyebut pemeriksaan terhadap sejumlah bank itu tetap berkarakter investigasi umum. Karenanya, dia mengaku belum bisa menyampaikan secara gamblang ihwal bank apa saja nan telah dimintai keterangan.
"Hingga saat ini beberapa bank informasinya dari interogator juga sudah dilakukan permintaan keterangan," ujarnya kepada wartawan di Kejagung, Senin.
(wis/tfq/wis)
[Gambas:Video CNN]
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·