slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Apa Itu Nafta, Bahan Baku Plastik Yang Kini Langka?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelangkaan bahan baku plastik belakangan ini tak lepas dari terganggunya pasokan nafta, komponen utama dalam industri petrokimia. Kondisi tersebut sekaligus memicu kenaikan harga plastik di Tanah Air.

Gangguan ini dipicu bentrok global, terutama di Timur Tengah, nan selama ini menjadi pemasok utama bahan tersebut. Dampaknya mulai terasa di dalam negeri, di mana nilai plastik melonjak tajam di beragam daerah.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut ketergantungan Indonesia terhadap impor nafta cukup tinggi, sehingga ketika pasokan terganggu, dampaknya langsung menjalar ke industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini bagian dari akibat dari perang ya. Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah nafta. Nafta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku nan kudu kita impor dari Timur Tengah," ujarnya dalam konvensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Lonjakan nilai plastik pun terjadi di tingkat pedagang. Di sejumlah pasar, nilai plastik kantong naik dari sekitar Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak. Sedotan plastik ikut naik dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu, sementara plastik bungkusan apalagi melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu.

Dalam beberapa kasus, pelaku upaya menyebut kenaikan nilai bahan plastik bisa mencapai 30 persen hingga 60 persen, apalagi ada nan tembus hingga dua kali lipat lantaran stok nan terbatas.

[Gambas:Youtube]

Kondisi ini membikin biaya produksi beragam sektor ikut terdorong naik, terutama industri makanan dan minuman nan sangat berjuntai pada bungkusan plastik.

Pemerintah pun mulai mencari pengganti pasokan dari negara lain untuk menjaga produksi tetap berjalan, sekaligus menahan gejolak nilai di pasar.

Lantas apa itu NAFTA?

Secara sederhana, nafta adalah cairan hasil olahan minyak bumi nan menjadi bahan dasar untuk banyak produk, terutama plastik. Nafta berasal dari proses penyulingan minyak mentah, lampau diolah lagi menjadi bahan kimia krusial nan dipakai industri.

Di bumi industri, nafta bisa dibilang sebagai bahan awal nan sangat krusial. Dari nafta inilah dihasilkan unsur seperti etilena dan propilena, nan kemudian diolah lagi menjadi plastik, karet sintetis, hingga beragam produk kimia lainnya nan digunakan sehari-hari.

Sederhananya, nafta itu seperti bahan utama di dapur industri. Tanpa nafta, pabrik tidak bisa memproduksi bahan kimia nan menjadi dasar plastik.

Ketika pasokan nafta terganggu, efeknya langsung merembet luas. Bukan hanya industri besar, tapi juga upaya mini seperti pedagang makanan dan minuman nan menggunakan plastik untuk kemasan.

Selain untuk plastik, nafta juga digunakan sebagai bahan campuran bensin, pelarut untuk cat dan tinta, hingga bahan baku beragam produk industri lainnya.

Nafta mempunyai sifat nan membuatnya cocok digunakan di banyak industri. Cairan ini mudah menguap, mudah terbakar, dan mempunyai aroma unik seperti bensin. Secara kimia, nafta terdiri dari campuran hidrokarbon dengan jumlah atom karbon sekitar lima sampai 12.

Titik didihnya juga bervariasi, mulai dari sekitar 30 hingga 200 derajat Celsius, tergantung jenisnya. Sifat-sifat ini membikin nafta elastis digunakan untuk beragam kebutuhan industri, mulai dari bahan bakar hingga bahan kimia.

Dalam praktiknya, nafta dibagi menjadi beberapa jenis berasas karakteristiknya.

Nafta ringan biasanya digunakan untuk bahan baku petrokimia seperti plastik dan bahan bakar. Sementara itu, nafta berat lebih banyak dipakai untuk pelumas, aspal, alias bahan industri lainnya.

Ada juga nafta aromatik nan digunakan untuk pelarut industri, cat, hingga bahan kimia tertentu. Masing-masing jenis punya kegunaan berbeda, tapi semuanya tetap berasal dari bahan nan sama, ialah minyak bumi.

Kelangkaan nafta saat ini terjadi lantaran pasokannya sangat berjuntai pada impor, terutama dari area Timur Tengah. Ketika terjadi bentrok alias gangguan pengedaran di wilayah tersebut, pasokan dunia langsung terganggu.

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara lain juga mengalami kondisi serupa. Beberapa produsen apalagi terpaksa mengurangi produksi, nan akhirnya membikin pasokan semakin terbatas di pasar global. Akibatnya, nilai bahan baku naik dan berakibat ke beragam sektor.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru