slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bantah Menkes, Idi Klaim Jumlah Dokter Kandungan Cukup Tapi Tak Merata

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 20 Mei 2025 16:49 WIB

Ketua PB IDI Slamet Budiarto mendorong Kemenkes mengatur penyebaran master kandungan secara lebih merata untuk membantu persalinan di seluruh daerah. Ilustrasi. PB IDI membantah Indonesia kekurangan master kandungan untuk proses persalinan. Menurut IDI, master kandungan di Indonesia cukup, namun belum tersebar secara merata ke seluruh daerah, terutama wilayah terpencil. (Foto: Unsplash/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto mengkritik Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang berencana mengeluarkan patokan memperbolehkan master umum melakukan operasi caesar atau persalinan.

Budiarto menyatakan jumlah master kandungan di Indonesia cukup, namun dengan penyebaran nan belum merata. Ia mendesak Kemenkes mendistribusikan mereka alih-alih melatih master umum melakukan operasi caesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Solusi utamanya adalah jumlah master kandungan kan sudah cukup, sekitar 6.000 alias 5.000 sekian, harusnya mereka didistribusikan dengan memberikan kesejahteraan nan cukup," kata Budiarto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/5).

Budiarto menyebut IDI telah memperhitungkan biaya nan perlu dikeluarkan Kemenkes untuk mendistribusikan master kandungan di seluruh Indonesia secara merata alias proporsional.

Ia menilai biaya nan diperlukan Kemenkes untuk mendistribusikan master kandungan ke pelosok itu tidak besar dan bisa dianggarkan.

"IDI sudah menghitung untuk seribu master ahli disebar ke wilayah pelosok, wilayah terpencil Itu butuh 1,2 triliun per tahun untuk seribu master spesialis," jelas dia.

"Jangan sampai ada kesan memberdayakan master umum lantaran ngirit, bisa dibayar murah" sambungnya.

Sebelumnya, Menkes BGS menjelaskan rencana membikin patokan memperbolehkan master umum melakukan operasi caesar. 

Disebut BGS hal itu ditempuh untuk menyiasati minimnya dokter nan menangani kelahiran dan mengurangi nomor kematian ibu dan anak saat persalinan di daerah-daerah terpencil.

Budi berkata minimnya master nan membantu proses kelahiran di wilayah diperparah oleh buruknya prasarana transportasi menuju akomodasi kesehatan.

"See some of them die dalam proses. Jadi apa nan teman-teman lihat di kota itu jauh sekali realitasnya berbeda dengan ada nan di pedalaman," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/5).

Budi berujar sebelum diperbolehkan melakukan caesar, para master umum nantinya bakal mendapat training umum terlebih dulu.

"Akan kita buat regulasinya. Supaya mereka itu bisa diberikan secara resmi. Bukannya kemudian orang bodoh, seperti orang tolol langsung disuruh, dibolehin Enggak," kata Budi.

"Mereka bakal dilatih secara formal. Dan apakah latihnya semuanya, enggak. nan menyelamatkan nyawa aja nan emergency itu kudu diberikan," sambungnya.

(mab/wis)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru