Jakarta, CNN Indonesia --
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia merilis info kepemilikan saham 1 persen mulai, Selasa (3/3) sore saat pasar modal ditutup.
"Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name (kepemilikan saham) di atas 1 persen itu sudah bisa diakses publik di website IDX," ujar Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konvensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Jeffrey menyebut pembukaan kepemilikan saham ini merupakan salah satu perihal nan diajukan dalam proposal reformasi pasar modal kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pembukaan info tersebut sejalan dengan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026 nan menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia info kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.
Kemudian, BEI juga telah menyusun kenaikan pemisah free float semula 7,5 persen menjadi 15 persen dan sedang menunggu persetujuan OJK mengenai patokan tersebut.
"Per kemarin sudah kami sampaikan draft kepada OJK untuk kemudian kelak disetujui oleh OJK. Sampai saat ini dapat kami sampaikan bahwa timeline tetap sesuai dengan nan kita tetapkan sebelumnya," terang Jeffrey.
Jeffrey juga menyampaikan shareholders concentration list ditargetkan bakal dibuka kepada publik paling lambat minggu kedua Maret 2026. Hal ini lantaran saat ini BEI tetap berkoordinasi dengan OJK mengenai metodologi pengungkapan shareholders concentration list.
"Kami terus berkoordinasi secara intense dengan OJK mengenai dengan metodologi dan SOP nan kami harapkan juga ini tetap sesuai dengan timeline untuk dapat kami sampaikan pada minggu pertama alias minggu kedua bulan Maret ini," tutupnya.
[Gambas:Video CNN]
(fln/ins)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·