Jakarta, CNN Indonesia --
Kartini tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat bertemu Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di kediaman sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4) sore.
Ingatannya kembali ke masa dua bulan lampau saat pertama kali berjumpa dengan Tito dalam suasana nan diselimuti rasa kalut, usai kehilangan suaminya nan hanyut lantaran musibah hidrometeorologi di Bener Meriah akhir November 2025 lalu.
"Waktu itu saya cerita, dan Pak Tito tahu, saya kehilangan suami saya. Suami saya hanyut, saya bingung, gimana ini anak- anak saya. Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, agar saya dan anak- anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini saat diwawancarai di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sore itu, Kartini dengan wajah sayu memberanikan diri menerobos sekumpulan penyintas musibah untuk menghampiri Tito nan sedang meninjau kondisi huntara Desa Tunyang. Ia bercerita jika kondisi dirinya dan dua anaknya saat ini sudah jauh lebih baik setelah tinggal di huntara.
"Saya hanya mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami daripada waktu di tenda," kata Kartini.
Dalam pertemuan nan singkat itu, Kartini sempat bercerita kepada Tito jika keadaan dirinya dua bulan lalu, sewaktu tetap dibayangi kekalutan tinggal di tenda darurat. Sejurus kemudian, tanpa waktu lama Tito menyadari jika wanita nan di hadapannya adalah penyintas musibah nan pernah meluapkan kegelisahan nasib anaknya setelah suaminya meninggal.
"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang 'saya Kartini'. Beliau langsung tanya gimana berita anak- anak saya. Pak Tito tetap ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak- anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," kata Kartini.
Ibu dua anak itu mengaku asa untuk memperbaiki hidup kembali bangkit usai mendengar dari Tito bahwa pemerintah bakal segera membangun kediaman tetap (huntap) untuk penyintas musibah di Bener Meriah. Sebab, kendati tinggal di huntara relatif nyaman, Kartini mau menata hidup berbareng dua anaknya di huntap.
Sementara saat meninjau huntara di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Tito mengungkapkan kondisi penyintas musibah di Desa Tunyang sudah jauh lebih membaik daripada dua bulan lalu, seiring dengan rampungnya pembangunan huntara nan dilengkapi akomodasi publik nan memadai berupa sanitasi, tempat bermain anak, akomodasi olaharaga, aula dan masjid untuk aktivitas masyarakat.
"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak memandang nan seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lampau datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito usai meninjau letak huntara Desa Tunyang, Timang Gajah, Bener Meriah, Senin (20/4/).
(asa)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·