Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan komprehensif soal viralnya video sepeda motor berlogo BGN di media sosial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan meski pengadaan motor listrik masuk ke dalam perencanaan anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan finansial berjalan pada 2026. Hal tersebut lantaran proses akhir anggaran nan telah melalui sistem resmi pemerintah.
"Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengusulkan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA alias Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit," jelas Dadan dalam keterangan resmi tertulis di Jakarta, Selasa (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadan menambahkan penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen alias sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit nan dikontrakkan hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026.
"Sisa biaya nan telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA berbarengan dengan pembayaran tahap 2," ujarnya.
Lebih lanjut, BGN menekankan seluruh unit motor nan diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Adapun produksi dilakukan di akomodasi manufaktur nan berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.
"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN nan signifikan," tambah Dadan.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari anggaran 2025 nan ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan.
Ia menambahkan motor listrik tersebut belum didistribusikan dan tetap dalam proses manajemen sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Dadan juga membantah berita nan menyebut jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit. Ia menegaskan realisasi pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total 25 ribu unit nan direncanakan.
"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit nan dipesan di tahun 2025," pungkas Dadan.
(fln/ins)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·