CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 13:30 WIB
Suasana Taman Nasional Komodo, NTT. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia --
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menyampaikan penjelasan mengenai pemberitaan nan beredar mengenai pembatasan waktu aktivitas diving alias menyelam di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
BTNK mencoba meluruskan berita nan muncul soal waktu diving di TN Komodo hanya dibatasi 20 menit. Menurut Penanggung Jawab Bidang Marine BTNK, Ande Kefi, nan dibatasi bukan lama penyelaman, melainkan interval waktu antar golongan penyelam.
"Perlu dikoreksi, bukan waktu selam dibatasi 20 menit, tetapi interval waktu antar grup penyelam adalah 20 menit," jelas Andi Kefi dalam keterangan nan diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini diterapkan BTNK dengan tujuan utama untuk menghindari penumpukan penyelam dalam satu titik letak diving nan sama.
Selain itu, patokan ini juga menjadi bagian dari upaya konservasi untuk melindungi terumbu karang dan ekosistem laut mengurangi tekanan terhadap kediaman bawah laut dan menjaga kualitas pengalaman wisata selam.
TN Komodo sendiri merupakan area konservasi krusial nan diakui bumi sebagai bagian dari Warisan Dunia UNESCO serta termasuk dalam area Coral Triangle dengan keanekaragaman hayati laut nan tinggi.
Aturan tersebut merujuk pada pedoman "20 Minutes Rule Komodo" nan disosialisasikan kepada operator wisata selam bahwa setiap kapal wajib memberi jarak minimal 20 menit sebelum menurunkan penyelam di titik nan sama. "Sistem bertindak berasas first come, first served," ucap dia.
Dia menjelaskan, kapten kapal dan pemandu selam wajib berkoordinasi di lapangan jika letak terlalu padat dan operator disarankan beranjak ke dive site lain.
Beberapa letak prioritas penerapan patokan ini antara lain Batu Bolong, Crystal Rock,Castle Rock. Ketiga titik tersebut dikenal sebagai spot penyelaman terkenal dengan arus kuat dan biodiversitas tinggi, sehingga rentan terhadap tekanan aktivitas wisata.
Selain aspek lingkungan, patokan pembatasan interval waktu antarkelompok penyelam ini juga bermaksud meningkatkan keselamatan penyelam, keamanan navigasi kapal, dan akses nan setara bagi seluruh wisatawan.
BTNK menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sistem pengelolaan berkepanjangan untuk memastikan pariwisata tetap melangkah tanpa merusak ekosistem TN Komodo.
BTNK mengimbau visitor juga memahami bahwa patokan ini bukan pembatasan aktivitas, melainkan langkah untuk menjaga keberlanjutan destinasi.
"Kami mau memastikan aktivitas wisata selam tetap aman, nyaman, dan berkepanjangan untuk masa depan," tutup pernyataan tersebut.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·