Surabaya, CNN Indonesia --
Salah satu tokoh nan beberapa waktu lampau getol mendorong penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU), sekarang secara tiba-tiba terbuka menyatakan support kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin agar masuk bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Tokoh tersebut adalah Ketua Panitia Pelaksana Pra-MLB NU, KH Mas Muhammad Maftuch alias Gus Maftuch. Pada 2024 lalu, dia berbareng KH Abdusallam Shohib namalain Gus Salam serta puluhan ustad lainnya mendeklarasikan terbentuknya Presidium Penyelamat Organisasi dan Panitia Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (PO & MLB NU).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MLB belakangan urung terlaksana, alih-alih sekarang Muktamar ke-35 NU digelar pada Agustus mendatang.
"Saya menyatakan harapan, angan dan dukungannya kepada Muhaimin Iskandar alias nan berkawan disapa Cak Imin Atau Gus Muhaimin sebagai Calon Ketua Umum PBNU," kata Gus Maftuch dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).
Cak Imin saat ini adalah Ketua Umum PKB, dan juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Gus Maftuch menilai Cak Imin merupakan figur politik nan sangat matang lantaran telah berkecimpung di panggung nasional selama lebih dari 27 tahun. Pengalaman panjang itu dianggap sebagai modal besar bagi Cak Imin untuk beranjak peran dari politik praktis menuju kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
"Gus Muhaimin (Cak Imin) merupakan salah satu figur politik nan telah menempuh perjalanan panjang di panggung nasional. Dengan beragam pengalaman lebih dari 27 tahun berkecimpung di bumi politik, tentu dia sudah melewati beragam fase, dinamika, serta masam garam kekuasaan dan politik. Pengalaman tersebut menempatkannya sebagai sosok nan matang secara politik dan kaya bakal pembelajaran serta pengalaman," ujarnya.
Selain itu dia menilai, Cak Imin sudah mencapai puncak pekerjaan politik, sehingga menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya ini menyebut sebaiknya sosok nan diusulkannya itu mulai mengambil peran nan lebih substantif dan reflektif demi kemaslahatan umat.
Gus Maftuch pun menyarankan agar Cak Imin melepaskan diri dari segala corak kontestasi politik praktis guna konsentrasi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.
"Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi, sehingga sudah waktunya mengambil peran nan lebih reflektif dan substantif, bukan lagi elektoral, ialah dengan 'naik pangkat' menjadi pandito ratu melalui jalan meninggalkan politik praktis dengan kehormatan atas kemenangan dalam bumi politik nan telah beliau dapatkan," kata dia.
Secara silsilah, Gus Maftuch juga menyebut, Cak Imin punya akar sejarah nan kuat dengan NU. Sebagai cicit dari salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri, Cak Imin dinilai mempunyai tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para ulama.
"Secara historis dan genealogis, Gus Muhaimin juga mempunyai ikatan kuat dengan NU. Beliau merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri, satu dari lima tokoh utama pendiri NU sekaligus pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang," kata Gus Maftuch.
"Garis keturunan ini bukan sekadar identitas simbolik, melainkan bagi Gus Muhaimin memuat tanggung jawab moral dan historis untuk melanjutkan estafet perjuangan ustadz dalam membimbing umat, menjaga tradisi keilmuan, dan merawat nilai-nilai keislaman nan rahmatan lil 'alamin," lanjutnya
Gus Maftuch menegaskan, perpindahan tongkat kepemimpinan dari partai politik ke organisasi ustadz bukanlah sebuah kemunduran bagi Cak Imin, melainkan jadi lompatan besar menuju pengabdian nan lebih luas.
Sebelumnya, setelah gonjang-ganjing di kepengurusan PBNU jelang akhir tahun lampau nan berujung rukun lagi, muktamar alias musyawarah besar ormas Islam terbesar di Indonesia itu bakal digelar Agustus mendatang.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengaku berambisi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU digelar 1-5 Agustus 2026. Adapun lokasinya, kata dia, tetap dibahas.
"Pelaksanaan Muktamar NU pada awal Agustus tanggal 1-5 Agustus itu sudah siklus Muktamar, lantaran Muktamar sebelumnya di Jombang juga Agustus," katanya saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Minggu (12/4) dikutip dari laman NUOnline Jatim.
"Soal tempat, kita rapatkan dulu, apakah Surabaya alias Jakarta, bisa juga pesantren, apakah di Pesantren Walisongo, Situbondo didikan KH Cholil Asad alias pesantren tuan pembimbing di NTB nan juga sudah lama minta, ataukah di Sumbar nan didukung tiga provinsi," sambungnya.
Belakangan terkonfirmasi bahwa PBNU tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU nan dijadwalkan berjalan pada Agustus 2026.
"Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 terus melangkah dan sekarang memasuki tahap pematangan," kata Sekretaris Jendral PBNU Saifullah Yusuf alias nan kerap disapa Gus Ipul di Bandarlampung, Minggu (26/4).
Gus Ipul mengatakan, dalam menuju Muktamar NU, panitia mini saat ini sudah dibentuk dan sedang merampungkan beragam kebutuhan teknis penyelenggaraan kegiatan.
"Persiapan terus berjalan. Panitia mini sudah dibentuk dan sedang menuntaskan susunan kepanitiaan nan diperlukan untuk penyelenggaraan Muktamar," ujar Gus Ipul nan juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU kelak.
[Gambas:Youtube]
(frd/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·