Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan mudik saat menjalani puasa menuntut kondisi bentuk dan konsentrasi pengemudi agar tetap prima. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola makan akibat berpuasa, sementara kita dituntut untuk tetap konsentrasi selama mengemudi di perjalanan.
Agar perjalanan tetap aman, pengemudi perlu menjaga kondisi tubuh sekaligus menerapkan langkah berkendara nan tepat. Berikut beberapa tips nan dapat Anda terapkan.
1. Penuhi kebutuhan gizi saat sahur
Sahur menjadi kunci utama menjaga stamina selama puasa. Pengemudi disarankan tidak melewatkan sahur dan memastikan asupan nutrisi terpenuhi, terutama jika bakal berkendara dalam waktu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi makanan bergizi seimbang serta cukup minum air saat sahur agar tubuh tidak sigap lemas. Minuman isotonik juga bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga cairan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi
Mengemudi saat puasa sebaiknya dilakukan dengan lebih tenang. Hindari memacu kendaraan terlalu kencang dan selalu jaga jarak kondusif dengan kendaraan di depan.
Idealnya, jarak kondusif minimal tiga detik dari kendaraan di depan agar pengemudi punya waktu reaksi cukup saat terjadi pengereman mendadak alias situasi darurat.
3. Pastikan waktu rehat cukup
Kurang tidur sering terjadi saat Ramadan lantaran waktu rehat terpotong sahur. Padahal, orang dewasa idealnya memerlukan waktu tidur sekitar 6-8 jam per hari.
Jika mulai mengantuk saat perjalanan, sempatkan beristirahat. Biasakan mengemudi selama dua jam lampau rehat sekitar 15 menit saat berpuasa, ini dipercaya dapat membantu memulihkan stamina dan meningkatkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.
4. Tetap sabar di tengah lampau lintas padat
Arus kendaraan saat Ramadan, terutama menjelang berbuka, biasanya lebih padat dari hari biasa. Kondisi ini bisa meningkatkan akibat kecelakaan lantaran banyak pengendara terburu-buru.
Pengemudi disarankan tetap sabar, tidak melakukan manuver mendadak, serta menghindari pengereman alias menyalip secara agresif. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama dua hingga tiga jam sebelum waktu berbuka, nan kerap menjadi jam rawan kecelakaan.
5. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima
Selain kondisi pengemudi, kendaraan juga kudu dipastikan dalam keadaan baik sebelum dipakai mudik. Lakukan pemeriksaan rutin seperti oli, rem, ban, hingga sistem pendingin mesin.
Kemacetan panjang, terutama menjelang sore, membikin mesin bekerja lebih berat dan berpotensi mengalami kenaikan suhu. Kendaraan nan terawat membantu pengemudi tetap tenang dan konsentrasi selama perjalanan, demikian melansir situs resmi Mitsubishi Indonesia.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·