Jakarta, CNN Indonesia --
Isu kenaikkan nilai bahan bakar minyak (BBM) nan menguat kerap dianggap sebagai pemicu meningkatnya minat terhadap mobil listrik. Namun, pabrikan mobil asal China, Chery, punya pandangan berbeda, lantaran perihal tersebut tetap bisa diprediksi.
Bagi Chery, potensi kenaikan nilai BBM belum tentu berakibat langsung terhadap lonjakan penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania beranggapan realisasi di lapangan tetap sangat berjuntai pada sejumlah aspek lain.
"Saat ini kondisi nya tetap belum clear walaupun diprediksi bakal memicu peningkatan demand terhadap mobil listrik, namun perihal ini juga belum bisa diprediksi secara pasti," ujar Budi saat dihubungi, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ada dua aspek utama nan bakal sangat menentukan arah pasar kendaraan listrik ke depan. Pertama kondisi perekonomian masyarakat, dan kedua mengenai kejelasan skema insentif dari pemerintah.
"Dua aspek utama ialah kondisi perekonomian dan skema insentif nan sampai saat ini belum difinalkan kelanjutannya," katanya.
Berbeda dengan Budi, Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai tekanan dari nilai BBM fosil nan berpotensi makin mahal, ditambah ketidakpastian pasokan akibat bentrok di Timur Tengah, menjadi akibat alami nan mendorong masyarakat beranjak ke kendaraan listrik.
Yannes memproyeksi pangsa pasar mobil listrik di Indonesia bakal tembus 18 hingga 25 persen sepanjang 2026, akibat kondisi nan terjadi saat ini.
"Menurut kajian saya, tahun 2026 ini penjualan BEV berpotensi terus meningkat dan bisa mencapai pangsa pasar 18-25 persen. BBM nan mahal dan tidak stabil menjadi pendorong alami bagi orang untuk beranjak ke BEV," ungkap Yannes.
Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik naik signifikan menembus nomor 103.931 unit. Hasil ini membikin mobil listrik memberi kontribusi lebih dari 12 persen wholesales alias pengedaran dari pabrik ke dealer secara nasional.
Mengacu info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kenaikan permintaan mobil listrik pada 2025 melonjak 141 persen, di mana pada 2024 wholesales hanya 43.188 unit.
Memasuki 2026, pengedaran mobil listrik ke dealer periode Januari-Februari naik 189,2 persen menjadi 22.508 unit dari periode nan sama pada 2025.
Di satu sisi pemerintah memastikan jika mereka belum bakal meningkatkan nilai BBM. Maka dari itu pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panic buying, menyikapi rumor kenaikan nilai BBM nan kabarnya terjadi besok, Rabu (1/4).
(ryh/dmi)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·