Jakarta, CNN Indonesia --
Harga bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) tidak mengalami perubahan pada Jumat, 1 Mei 2026.
Mengutip situs My Pertamina nilai pertamax turbo per 1 Mei tetap dibanderol Rp19.400 per liter.
Sementara untuk dextlite, nilai dibanderol Rp23.600 per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Pertamina Dex per 1 Mei nilai BBM tersebut dibanderol di Rp23.900.
Pertamina masih kukuh untuk tidak meningkatkan nilai BBM subsidi.
BBM jenis pertalite sampai saat ini tetap dibanderol di nilai Rp10 ribu per liter.
Pun begitu dengan BBM jenis solar. Sampai Jumat ini, Pertamina tetap mempertahankan nilai solar di Rp6.800 per liter.
Pertamina juga tetap mempertahankan nilai pertamax di level Rp12.300 per liter.
Sebelumnya, Pertamina memastikan setiap keputusan mengenai nilai BBM nonsubsidi bakal dilakukan secara hati-hati, juga mempertimbangkan kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat.
Walaupun demikian, penyesuaian nilai BBM nonsubsidi sebenarnya merujuk pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar nan Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Pengisian Bahan Bakar Nelayan.
Di sisi lain, Perseroan itu memutuskan tak meningkatkan nilai BBM subsidi meski nilai minyak bumi sudah menyentuh US$100 per barel. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Padahal, di tengah perang Timur Tengah nan tak kunjung reda, beragam negara sudah meningkatkan nilai BBM nan mengikuti sistem pasar dan membatasi pembeliannya.
Beberapa negara nan meningkatkan BBM buntut perang Iran vs Israel-AS di antaranya adalah Singapura, Malaysia, Vietnam, Australia, Jepang dan Korea Selatan.
Kemudian, di negara-negara Asia Selatan tekanan pasokan daya dianggap lebih berat, ialah Pakistan dan Bangladesh menghadapi keterbatasan fiskal serta persediaan daya nan lebih tipis.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·