Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol).
Hal itu disampaikan Dasco saat menerima audiensi dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di kompleks parlemen, Jumat (1/5).
Disampaikan Dasco, lewat pembelian saham itu pemerintah bakal membahas soal status para driver ojol dengan melibatkan serikat alias organisasi nan menaungi mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu tetap disimulasikan. Nah, kelak itu juga tetap nan organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap bakal diajak ngomong, bakal diajak berembuk lantaran pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham," kata Dasco.
Dasco menyebut masuknya Danantara lewat pembelian saham itu juga memungkinkan pemerintah untuk mengkaji kebijakan-kebijakan lain mengenai transportasi online.
"Karena ini aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain bakal disesuaikan secara perlahan tapi pasti, lantaran ini menyangkut sistem dan lain-lain," tutur dia.
[Gambas:Youtube]
"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya nan diambil oleh aplikator. Tadinya 20 alias 10, ini sehingga aplikator hanya bakal mengambil 8 persen dari nan dikumpulkan," sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 sudah ditandatangani ketika berpidato dalam seremoni Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat pagi.
Prabowo awalnya mendapatkan aspirasi dari salah satu serikat pekerja agar bisa menurunkan potongan aplikator ojek online terhadap driver mereka hingga 10 persen. Ketika berpidato, sang Kepala Negara kemudian sempat berbincang dari atas podium berbareng para massa buruh.
"Ojol, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen," kata Prabowo.
Ternyata, maksud Prabowo tidak setuju 10 persen lantaran dia mau potongan aplikator bisa di bawah 10 persen. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh massa pekerja nan datang di seremoni May Day sejak pagi tadi. Menurut Prabowo, potongan aplikator layak diturunkan hingga di bawah 10 persen lantaran para driver ojol sudah bekerja keras di jalan.
"Ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari. (Potongan bagi aplikator) kudu di bawah 10 persen!" ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan jika perusahaan ojol tidak mau ikut ketentuan ini, mereka bisa angkat kaki dari Indonesia.
"Enak saja. Lu nan keringat, dia (aplikator) yang dapat duit. Sori aje. Kalo enggak mau ikut kita, enggak usah berupaya di Indonesia," ucap Prabowo.
(dis/ins)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·