CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 16:30 WIB
Film Animasi KPop Demon Hunters memicu lonjakan turis ke Korea Selatan. (Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena movie animasi Netflix, KPop Demon Hunters, tidak hanya merajai papan ranking tontonan dunia sejak akhir 2025, tetapi juga sukses mengubah peta pariwisata Korea Selatan.
Gelombang antusiasme fans dari beragam usia sekarang memicu lonjakan kunjungan visitor mancanegara ke Negeri Gingseng secara signifikan.
Berdasarkan info Trip.com, pemesanan tiket pesawat ke Korea Selatan melonjak 25 persen hanya dalam tiga bulan setelah movie KPop Demon Hunters dirilis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncaknya, pada Juli 2025, tepat sebulan setelah soundtrack berjudul "Golden" meledak di Spotify, sebanyak 1,36 juta turis asing membanjiri Seoul, naik 23,1% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini membawa Korea Selatan mencetak rekor sejarah dengan total 18,9 juta visitor internasional sepanjang tahun 2025. Mayoritas pelancong tercatat berasal dari China, Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Lokasi Film KPop Demon Hunters Jadi Destinasi Paling Tren
Tren "set-jetting"-perjalanan menuju letak nan muncul di layar kaca-menjadi penggerak utama. Beberapa letak ikonik dalam movie tersebut sekarang menjadi magnet baru bagi turis:
- Desa Bukchon Hanok: Tempat pertemuan karakter utama, Rumi dan Jinu, sekarang menjadi destinasi paling tren di Trip.com. Jika dulu desa ini dikenal lantaran nilai sejarahnya, sekarang para fans memadatinya demi merasakan atmosfer dalam film.
- Museum Nasional Korea: Pencarian mengenai museum ini meningkat 34 persen. Menariknya, turis tidak hanya datang untuk memandang koleksi sejarah, tetapi juga memburu merchandise resmi di toko suvenir museum.
- Budaya Lokal: Aktivitas tradisional seperti Jimjilbang (pemandian umum) dan Seshin (jasa lulur) melalui platform Creatrip melonjak hingga 115 persen.
Bahkan, sektor medis tradisional seperti akupunktur, bekam, dan obat herbal kecipratan untung besar. Sektor ini tumbuh drastis sebesar 409 persen setelah segmen tokoh Rumi nan berupaya memulihkan suaranya melalui pengobatan tradisional viral di kalangan penonton.
Kepala Eksekutif Creatrip, Yim Haemin, menilai kesuksesan ini terjadi lantaran komponen budaya nan ditampilkan dalam movie sangat mudah diakses oleh visitor di bumi nyata.
"Setiap komponen utama dalam film, mulai dari Hanbok, jimjilbang, gimbap, samgyetang, hingga pengobatan tradisional, adalah perihal nan bisa langsung dipesan dan dialami turis saat tiba di Korea," ujar Yim, seperti dilansir dari Straits Times.
"Film ini pada dasarnya berfaedah sebagai etalase kehidupan sehari-hari masyarakat Korea selama 90 menit, namun dikemas dalam cerita nan ditonton oleh 500 juta orang di seluruh dunia," tambahnya.
Meski kunjungan meningkat tajam, pemerintah kota Seoul mencatat bahwa kejadian fandom ini belum menimbulkan masalah over-tourism alias pariwisata berlebihan nan mengkhawatirkan. Sebaliknya, perihal ini dipandang sebagai promosi budaya nan sangat efektif dan berkelanjutan.
(ana/wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·