CNN Indonesia
Kamis, 04 Sep 2025 19:53 WIB
Ilustrasi. Demo di depan DPRD Seram Bagian Timur diwarnai kejadian mahasiswa terbakar. (Istockphoto/ Eduard Muzhevskyi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setidaknya ada tiga mahasiswa menjadi korban terbakar di tengah unjuk rasa di depan Kantor DPRD Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Kamis (4/9). Korban langsung dirawat di rumah sakit terdekat.
"Beberapa adek-adek kita nan ikut (unjuk rasa) jadi korban (terbakar), tiga orang kurang lebih," kata Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo kepada wartawan.
Risman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Bula untuk penganan medis. Dia memastikan biaya pengobatan korban tanggung jawab DPRD SBT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah berkoordinasi ke Direktur RSUD Bula agar ditangani secara serius dan itu menjadi tanggung jawab kita," kata Risman.
Risman pun menyesalkan pembakaran ban hingga tiga mahasiswa itu menjadi korban. Padahal telah dilarang pihak kepolisian dan personil DPRD SBT siap menerima pendemo.
"Sangat sesalkan bahwa ada tindakan nan mau bakar-bakar ban. Tapi ini juga sudah dihalau oleh abdi negara kepolisian bahwa jangan sampai melakukan perihal seperti itu," ujar Risman.
"Nah, tetapi mereka memaksakan agar kudu ada pembakaran di depan instansi DPRD. Nah, ini kan tidak boleh padahal sudah bersedia terima mereka," tambahnya.
Sebelumnya pedemo dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa pada Kamis (4/9). Di tengah aksi, pedemo membakar ban jejak lampau kobaran api menyambar baju korban nan kecipratan bensin.
"Api dengan sigap (membakar) dua mahasiswa," kata salah satu pe demo, Abdul Rumatiga kepada wartawan.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/wis)
[Gambas:Video CNN]
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·