CNN Indonesia
Minggu, 18 Mei 2025 20:25 WIB
Ilustrasi. Kepolisian menyiapkan rekayasa lampau lintas (lalin) untuk mengantisipasi kemacetan saat tindakan demo pengemudi ojek online (ojol), Selasa (20/5) mendatang. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lampau lintas (lalin) untuk mengantisipasi kemacetan saat tindakan demo pengemudi ojek online (ojol), Selasa (20/5) mendatang.
Kendati demikian, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyampaikan rekayasa lalin tetap berkarakter situasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti bakal kita lihat dulu potensi massa dan letak titik kumpul sekiranya perlu dilakukan rekayasa," kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (18/5).
Lebih lanjut, Argo hanya mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan ihwal rencana tindakan demo ojol tersebut.
"Sudah ada info (soal tindakan demo)," ucap dia.
Sekitar 500 ribu pengemudi ojol bakal mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara serentak pada Selasa(20/5).
Aksi dilakukan sebagai corak protes terhadap aplikator nan mereka tuduh telah melanggar regulasi.
"Garda Indonesia sebagai asosiasi pengemudi ojol menyatakan meminta maaf kepada penduduk masyarakat Jakarta dan aglomerasi Jabodetabek lantaran pada hari Selasa 20 Mei 2025, Kota Jakarta bakal diserbu pengemudi ojek online campuran roda 2 dan roda 4 dalam rangka tindakan unjuk rasa akbar dan reuni aspirasi tindakan akbar 205," kata Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono dalam Kamis (15/5) seperti dikutip dari Antara.
Aksi tersebut bakal diikuti pengemudi ojol dan taksi online dari beragam daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, hingga Palembang, Lampung, dan wilayah Banten Raya.
Raden menyebut rencananya tindakan akbar 205 berjalan mulai pukul 13.00 hingga selesai dan bakal dipusatkan di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan dan Gedung DPR RI.
(dis/dmi)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·