Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bimo Wijayanto mengungkapkan dia telah memecat 26 pegawai sejak memimpin lembaga tersebut pada Mei lalu, serta bakal memberhentikan 13 pegawai lagi sebagai langkah bersih-bersih institusi.
"Dapat kami laporkan, kami dengan sangat menyesal sudah memecat 26 karyawan, kemudian hari ini di meja saya tambah lagi 13," ujar Bimo dalam peluncuran Piagam Wajib Pajak, di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada Jumat (3/10), seperti dikutip dari Antara.
Ia menegaskan pemecatan itu dilakukan tanpa pandang bulu untuk menjaga integritas, jika anak buahnya terbukti melakukan fraud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seratus rupiah saja ada fraud nan dilakukan oleh personil kami, bakal saya pecat. Handphone saya terbuka untuk whistle blower dari bapak, Ibu, dan saya jamin keamanannya," kata Bimo.
Bimo mengatakan Direktorat Jenderal Pajak terus membenahi diri demi menjaga kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, sambungnya, kepatuhan pajak secara sukarela bakal susah terbentuk.
Tanpa kepatuhan sukarela, sambungnya, negara bakal mengalami penurunan efektivitas di dalam pengumpulan penerimaan.
"Oleh lantaran itu, gimana upaya kami membangun dan terus menjaga kepercayaan wajib pajak, merupakan prioritas utama nan kudu kita sama-sama upayakan," katanya.
Bimo Wijayanto dilantik menjadi kepala jenderal pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Mei lalu. Bimo mengisi posisi nan dulunya ditempati Suryo Utomo.
Dalam keterangan profil nan dibagikan kepada media, Bimo pernah menjabat sebagai Sekretaris Deputi bagian Kerjasama Ekonomi dan Investasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebelumnya, dia juga menduduki posisi sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kemenko Maritim dan Investasi pada periode September 2020 hingga Desember 2024.
Pengalaman Bimo di pemerintahan juga mencakup peran sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 2016-2020. Saat itu, dia terlibat di dua bagian sekaligus, ialah Deputi Politik, Hukum, dan Keamanan serta Deputi Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis.
Sebelum bekerja di KSP, Bimo lebih dulu berkarier di Kementerian Keuangan sebagai Analis Senior di Center for Tax Analysis (CTA), Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2014-2015.
(fby/vws)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·