slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Disubsidi Pemerintah, Beras Super Premium Haji Dijual Rp16 Ribu Per Kg

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melepas ekspor perdana beras unik untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dengan nilai sekitar Rp16 ribu per kilogram (kg) setelah mendapat subsidi pemerintah.

Program ini menjadi bagian dari pengiriman 2.280 ton beras super premium nan disiapkan unik untuk konsumsi jemaah haji Indonesia pada 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan nilai tersebut diberikan unik bagi jemaah haji Indonesia agar kebutuhan pangan selama ibadah di Arab Saudi tetap terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini untuk jemaah kita, jadi ini subsidi dari pemerintah. Harganya Rp16 ribu per kg untuk jemaah haji," kata Rizal di di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Rabu (4/3).

Ekspor tersebut merupakan pengiriman perdana beras Indonesia untuk kebutuhan jemaah haji dengan nilai transaksi sekitar Rp38 miliar. Pengiriman ini merupakan hasil keputusan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 23 Februari 2026 dan ditindaklanjuti melalui penugasan kepada Bulog oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Rizal menjelaskan total beras nan dikirim mencapai 2.280 ton menyesuaikan kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu hingga 215 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

"Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji, menyesuaikan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini sekitar 200 ribu sampai 215 ribu orang," ujarnya.

Beras nan dikirim menggunakan merek Befood Nusantara dengan bungkusan 40 kg per karung. Secara total terdapat sekitar 57 ribu karung beras nan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Rizal, beras nan diproduksi untuk program ini mempunyai kualitas di atas standar premium nan biasanya diproduksi Bulog. Beras tersebut berasal dari gabah nan baru dipanen di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemudian langsung diproses di akomodasi pengolahan.

"Beras nan kita olah ini berasal dari panen baru, bukan dari stok gudang. Setelah dipanen langsung dibawa ke akomodasi pengolahan untuk dikeringkan dan diolah menjadi beras premium dengan pecahan di bawah 5 persen, apalagi sekitar 4 persen," jelasnya.

Standar kualitas tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan beras premium Bulog pada umumnya nan mempunyai tingkat pecahan sekitar 15 persen. Selain itu, kadar air beras juga dijaga di bawah 14 persen sehingga masuk kategori beras super premium.

Untuk proses produksinya, Bulog memanfaatkan sejumlah akomodasi pengolahan, termasuk pabrik milik Wilmar. Fasilitas nan digunakan antara lain pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, pabrik Bulog di Karawang, serta akomodasi pengolahan di Subang.

Rizal mengatakan penggunaan pabrik tersebut bermaksud memastikan proses pengeringan dan pengolahan gabah dapat dilakukan segera setelah panen sehingga kualitas beras tetap terjaga.

Pengiriman beras dilakukan melalui tiga perusahaan pelayaran, ialah Hyundai Unity, Wan Hai, dan kapal lokal Kota Dunia. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan berangkat setelah proses persiapan logistik selesai.

Bulog juga menyebut ekspor ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Timur Tengah. Pemerintah berambisi pengiriman perdana ini dapat menjadi pintu masuk untuk ekspor komersial di masa mendatang.

"Ekspor pertama ini adalah entry point kita. Ibaratnya kita sedang jual promo agar orang tertarik mencoba beras Indonesia. Harapannya kelak bersambung secara komersial," kata Rizal.

Ia menambahkan potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi cukup besar lantaran negara tersebut setiap tahun menerima sekitar dua juta jemaah umrah, serta mempunyai banyak penduduk Indonesia nan menetap di sana.

Jika respons pasar positif, Bulog menilai kesempatan ekspor beras Indonesia tidak hanya terbatas di Arab Saudi, tetapi juga dapat diperluas ke negara-negara lain di area Jazirah Arab.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru