Jakarta, CNN Indonesia --
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespons kejadian tutupnya sejumlah dealer merek Jepang, menyusul sengitnya persaingan pada industri otomotif akibat gempuran pabrikan China di Tanah Air.
Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo, menyampaikan saat ini banyak masyarakat merasa diuntungkan akibat kehadiran merek China nan menyuguhkan banyak pilihan kendaraan dengan nilai lebih terjangkau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Kondisi tersebut membikin persaingan antara pabrikan Jepang dan China kian ketat.
"Iya, persaingan nan semakin ketat. Konsumen diuntungkan lantaran makin banyak pilihan dengan nilai nan terjangkau," ungkap Jongkie melalui pesan singkat, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jongkie beranggapan merek Jepang saat ini kudu bisa bersaing dengan merek China. Mereka kudu lebih imajinatif dalam menghadirkan produk dari sisi harga, model, desain, hingga jasa purna jual.
"Merek Jepang ya kudu bisa bersaing dengan merek-merek China, baik dari segi harga, model, design, fitur, purna jual, dan lain sebagainya," ungkapnya.
Jongkie menambahkan sejauh ini pemerintah telah bertindak netral dalam memberikan support kepada semua pabrikan pada industri otomotif Tanah Air.
"Pemerintah kan netral dan memberikan support nan setara kepada semua merek," ucap dia.
Sebelumnya, sejumlah dealer Honda dilaporkan berguguran sejak tahun lalu. Dealer-dealer tersebut diduga beranjak kegunaan untuk melayani konsumen dari merek mobil China.
Terbaru Honda kembali menutup satu dealer lagi di Pondok Pinang. Pada tempat nan sama, dealer bakal disulap menjadi outlet Jaecoo.
(ryh/dmi)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·