CNN Indonesia
Jumat, 16 Mei 2025 07:48 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan banyak kepala negara nan mengeluhkan persoalan pangan ketika berjamu ke Indonesia. (Tangkapan Layar Youtube Gibran Rakabuming)
Medan, CNN Indonesia --
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan banyak kepala negara nan mengeluhkan persoalan pangan ketika berjamu ke Indonesia.
Menurut Gibran, kondisi itu berbeda dengan Indonesia. Ia mengatakan Indonesia justru mencatat stok pangan berlimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak kepala kepala negara nan berjamu ke Istana mengunjungi saya, pak presiden, semuanya mengeluh masalah pangan. Tapi kita tidak, kita malah surplus. Karena kita sangat konsentrasi menyelesaikan masalah masalah pangan," kata Gibran saat menghadiri penutupan Muktamar ke-15 Persatuan Umat Islam (PUI) di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (15/5/2025) malam.
Gibran menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kemandirian pangan nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara.
"Sering disampaikan oleh Bapak Presiden kemandirian pangan itu penting. Tidak ada satu negara pun nan bisa berdiri tanpa pangan. Kebetulan minggu lampau saya baru saja ke NTT. Fokusnya sama juga pangan. Jadi saya ke NTT memastikan pupuknya cukup, kita pastikan bibitnya baik. Kita pastikan air irigasinya baik," katanya.
Gibran juga menyoroti pentingnya pemberantasan mafia pupuk nan selama ini menghalang pengedaran dan keadilan bagi para petani. Ia memuji kerja keras Menteri Pertanian nan aktif turun ke lapangan, bukan hanya bekerja dari kembali meja.
"Mafia pupuk diberantas, pembangunan waduk terus dikejar dan kita juga punya menteri pertanian nan tidak pernah di instansi tapi terus turun ke sawah," ujarnya.
Gibran menyebut bahwa hingga saat ini, pemerintah telah membangun 53 waduk baru. Dari jumlah tersebut, 45 waduk sudah aktif mengairi lahan pertanian. Pemerintah Pusat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk memperkuat prasarana irigasi di beragam wilayah.
"Jadi pak presiden ini sangat sangat konsentrasi pada swasembada pangan. Fokus dari Pak Presiden ini sangat luar biasa sekali di bagian pangan. Sebelumnya ini sudah ada waduk dan lain lain. Tapi irigasinya rusak, tapi telah kita perbaiki semua," katanya.
Salah satu strategi utama pemerintah adalah menyederhanakan izin agar birokrasi tidak menjadi penghambat pembangunan sektor pertanian. Reformasi izin ini diarahkan agar lebih adaptif, efisien, dan mendukung kebutuhan petani di lapangan.
"Lalu ada 145 izin nan dipangkas. Regulasi nan tumpang tindih ini disederhanakan terutama untuk pupuk. Dengan langkah-langkah strategis nan sudah dan sedang berjalan, Indonesia berupaya menjaga ketahanan pangan dalam negeri, apalagi menjadi salah satu contoh positif di tengah ketidakpastian global," ujarnya.
(fra/fnr/fra)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·