slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Guru Besar Uph Soroti Etika Ai Hingga Pr Pariwisata Ri

Sedang Trending 3 jam yang lalu

CNN Indonesia

Senin, 20 Apr 2026 17:30 WIB

Guru besar UPH menyoroti kesiapan AI, etika politik, hingga lemahnya jasa dan kebersihan pariwisata Indonesia. Ilustrasi. Guru besar UPH soroti penggunaan AI nan makin marak saat ini. (CNN Indonesia/ Jurnalia Sibunga)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah guru besar Universitas Pelita Harapan (UPH) menyoroti beragam tantangan nan dihadapi Indonesia, mulai dari kesiapan menghadapi kepintaran buatan (AI), etika politik, hingga persoalan sektor pariwisata.

Guru Besar bagian pengetahuan pendidikan, Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, MM., M.Kom., MSc.Ed., M.Ed., DTh., menilai Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi pesatnya perkembangan AI, terutama dalam konteks pendidikan.

"Pada dasarnya kita tetap belum siap, lantaran AI ini tidak bisa dibendung. Kita perlu etika pemakaian AI dan juga keamanannya," ujarnya saat diwawancarai CNNIndonesia.com, Senin (20/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Khoe, tanpa pemahaman nan tepat, penggunaan AI berpotensi menimbulkan akibat serius, khususnya bagi generasi muda.

"Kalau kita tidak persiapkan anak-anak menggunakan dengan betul dan etis, itu bakal menjadi ancaman bagi kita," katanya.

Ia menekankan pentingnya penguatan konsep AI citizenship sebagai bagian dari sistem pendidikan.

"Kita tidak bisa melarang, kita tidak bisa menghindari. Kita justru kudu merangkul, tetapi dengan kerangka nan jelas," imbuhnya.

Sementara itu, Guru Besar bagian pengetahuan politik, Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.Ph., M.M., M.Si., membujuk publik untuk kembali memahami prinsip kekuasaan sebagai instrumen untuk mencapai kebaikan berbareng (bonum commune).

Ia menegaskan, sistem politik dan kebijakan publik kudu berpijak pada prinsip dasar nan tidak hanya legal, tetapi juga moral.

"Kebaikan berbareng itu berfaedah setelah regulasi, segala aturan, segala sistem nan terjadi, pertama-tama kudu ada di dalamnya norma kodrat. Hukum kodrat itu ada tiga, ialah norma Tuhan, manusia, dan alam," ujarnya.

Menurut Thomas, agar konsep bonum commune betul-betul terwujud dalam sistem politik dan kebijakan publik di Indonesia, ketiga prinsip tersebut perlu diinternalisasi dalam norma positif.

"Harus ada makna, nilai, dan tujuan, ialah menuju kebahagiaan bersama," katanya.

Di sisi lain, Guru Besar bagian manajemen hospitality dan pariwisata, Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., menyoroti tetap lemahnya kualitas jasa dan kebersihan di sektor pariwisata Indonesia.

"Keramahtamahannya tetap kurang jika di Indonesia. Dalam perihal kebersihan juga tetap jadi PR besar," ujarnya.

Sejumlah pembimbing besar Universitas Pelita Harapan (UPH) mengoroti beragam tantangan nan dihadapi IndonesiaGuru besar UPH. CNN Indonesia/ Jurnalia Sibunga

Ia menilai, penguatan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga memerlukan pendekatan kolaboratif nan melibatkan komunitas, kreativitas, serta peningkatan standar layanan.

Beragam pandangan ini menunjukkan bahwa tantangan Indonesia ke depan tidak hanya berangkaian dengan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan dalam membangun etika, tata kelola, serta kualitas hubungan sosial di beragam sektor strategis.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru