Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya mengaku tengah menyelidiki grup Facebook bernama 'Fantasi Sedarah' nan diduga terdapat pelanggaran tindak pidana mengenai hubungan seksual keluarga.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menyebut nantinya Direktorat Siber Polda Metro juga bakal mendalami akun-akun nan ada di dalam grup tersebut.
"Direktorat Siber Polda Metro Jaya bakal menyelidiki dan mendalami tentang akun FB tersebut," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reonald menjelaskan proses penyelidikan juga sudah dimulai sejak minggu lalu. Ia menyebut akun grup tersebut saat ini telah dihapus oleh Meta lantaran telah melanggar patokan Meta.
"Akun grup tersebut sudah ditutup alias ditangguhkan, dihapus oleh provider FB Meta lantaran melanggar aturan," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini interogator juga tengah berkoordinasi dengan Meta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengenai keberadaan akun itu.
"Ini kami intensif berkoordinasi dengan Meta dan Komdigi," katanya.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta abdi negara kepolisian segera menelusuri keberadaan grup dengan nama 'Fantasi Sedarah'.
"Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun personil grup kotor tersebut," kata Sahroni dalam keterangannya.
Politikus Partai NasDem itu mengecam keberadaan grup tersebut lantaran mewadahi praktik penyimpangan seksual. Dia cemas jika tak segera diantisipasi praktiknya bakal meluas di masyarakat.
Terlebih, baru-baru ini muncul kejadian kakak beradik pasangan inses nan membuang mayit bayinya menggunakan jasa ojek online.
"Mereka jelas mewadahi penyimpangan dan ini kan tetap fantasi, jika tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini bakal menyebabkan pidana kekerasan seksual nan luar biasa menghancurkan korban," kata Sahroni.
"Jadi mereka kudu dicari, dan dibina secara psikologis, dan kita hentikan mereka sebelum kejadian," imbuhnya.
Sahroni turut mengunggah video narasi keberadaan grup tersebut lewat akun Instagramnya. Dia meminta abdi negara tak memberi ruang mereka menunjukkan eksistensi.
"Tutup semua celah hubungan mereka di medsos. Dan jika ada nan tahu di sekitarnya menyimpang seperti ini, wajib dilaporkan. Dengan maraknya kasus kekerasan seksual belakangan ini, saya percaya sudah waktunya kita juga melakukan tindakan pencegahan nan lebih ganas," kata dia.
Sebelumnya, Media sosial dihebohkan dengan munculnya grup FB berjulukan 'Fantasi Sedarah'. Grup ini berisi ribuan personil dan langsung mendapat kecaman publik.
Grup ini berisi percakapan dan pengalaman nan dibagikan mengenai hal-hal menyimpang berbau sensual dan seksual terhadap personil family sendiri alias berkonotasi "inses".
(tfq/isn)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·