#USTAZTANYADONG
CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Nonton drakor bisa bikin baper, lampau gimana hukumnya jika sedang berpuasa?. (iStock/PonyWang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga emosi. Namun di era serba digital, bujukan bukan hanya makanan dan minuman, melainkan juga tontonan, termasuk drama Korea namalain drakor nan sering bikin baper, menangis, apalagi marah.
Lantas, gimana hukumnya jika seseorang menonton drakor saat puasa hingga terbawa emosi, menangis tersedu-sedu, alias marah-marah? Apakah puasanya batal?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung berbareng Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Menurut KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, secara hukum, terbawa emosi saat menonton drakor tidak membatalkan puasa.
"Tidak membatalkan puasa," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kitab fikih klasik tentang puasa seperti Safinatun Najah, dijelaskan beberapa perihal nan dapat membatalkan puasa. Di antaranya adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang nan terbuka secara sengaja, lenyap akal, alias hal-hal lain nan secara jelas disebutkan dalam kitab tersebut.
Menangis lantaran tersentuh alur cerita, sedih lantaran tokohnya meninggal, alias marah lantaran bentrok di dalam cerita, tidak termasuk perihal nan membatalkan puasa.
Namun, ada satu catatan penting.
"Kalau menangis sampai air mata tertelan secara sengaja, itu bisa membatalkan puasa," jelasnya.
Artinya, selama air mata tidak sampai tertelan dengan sengaja dan tidak ada unsur memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, maka puasa tetap sah.
Bagaimana dengan emosi nan meluap-luap? Misalnya marah besar alias merasa seperti 'gila' lantaran terlalu menghayati cerita?
Ustaz Wahyul menegaskan bahwa nan membatalkan puasa adalah hilangnya logika secara nyata, seperti gila alias tidak sadar dalam waktu tertentu. Sementara emosi 'gila sementara' lantaran terlalu larut dalam tontonan hanyalah ungkapan emosional, bukan kondisi lenyap logika nan sesungguhnya.
"Kalau dibilang gila lantaran nonton film, itu kan hanya istilah saja, bukan gila nan sebenarnya," kata dia.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar sah alias tidak sah. Ada nilai pengendalian diri nan kudu dijaga.
Marah nan meledak-ledak, kesedihan nan berlebihan, alias emosi nan tak terkendali memang tidak otomatis membatalkan puasa. Namun segala sesuatu nan berlebihan tidaklah baik, apalagi di bulan Ramadhan nan semestinya menjadi momentum melatih kesabaran.
"Kalau tahu diri mudah marah alias mudah sedih lantaran tontonan, sebaiknya ditahan dulu. Pilih nan aman-aman saja," ujarnya.
Ingat, nonton drakor saat puasa bukanlah perihal nan haram dan tidak otomatis membatalkan ibadah. Tetapi Ramadhan mengajarkan umat Muslim untuk lebih selektif, termasuk dalam memilih hiburan.
Karena puasa bukan hanya tentang apa nan masuk ke tubuh, melainkan juga apa nan masuk ke hati dan pikiran.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong.
Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh pengetahuan dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·