Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan usulan insentif anyar untuk motor listrik telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah membuka kesempatan realisasi kebijakan, sepanjang anggaran tersedia.
"Saya juga minta tanggapan Pak Presiden, beliau sudah memberi petunjuk, jalankan jika anggarannya ada," ucap Purbaya pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bilang rencana insentif ini tetap dalam tahap pembahasan lintas kementerian, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Terkait besaran support pembelian Rp5 juta per unit untuk motor listrik baru, dia menegaskan nomor itu belum final dan tetap berupa usulan awal nan bakal dimatangkan pada tingkat lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Subsidi mungkin Rp5 juta per motor. nan jelas saya mesti obrolan dulu dengan Menteri Perindustrian dan Pak Menko (Airlangga) dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," kata dia.
Di sisi lain, produsen dengan tegas meminta kejelasan pemerintah mengenai wacana insentif Rp5 juta per unit.
Asosiasi Industri Sepeda motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai sinyal nan belum pasti soal insentif berpotensi menahan minat beli masyarakat.
Kondisi ini dikhawatirkan mengulang pola serupa pada 2025 ketika konsumen memilih menunda pembelian lantaran menanti pemberian insentif dari pemerintah nan akhirnya tak pernah datang.
"Ya itu nan tidak kita harapkan (regulasi menggantung penjualan jadi tertekan)," kata Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta melalui pesan singkat, Senin (27/4).
Ia meminta pemerintah bergerak sigap memfinalisasi patokan jika betul bakal memberi insentif kepada calon pembeli motor listrik baru di Tanah Air.
"Maka sebaiknya pemerintah segera sampaikan finalnya seperti apa insentif dan mekanismenya," kata Hanggoro.
"Agar semua tidak menunggu-nunggu nan bisa mengakibatkan hold buying lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini mesti kita hindari," ujar Hanggoro lagi.
Insentif motor listrik pernah diberikan pemerintah pada 2023, ialah Rp7 juta untuk pembelian satu unit per KTP. Insentif lampau bersambung ke 2024 tetapi kuotanya dipangkas menjadi hanya 60 ribu unit lantaran sunyi peminat.
Kuota pada 2024 kemudian lenyap pada September. Sempat ada rencana insentif bakal kembali diberikan, namun hingga tahun berganti, tak kunjung terealisasi.
Perusahaan menyebut pemerintah tak memberi kepastian, apalagi terkesan menggantung keputusan apakah bakal melanjutkan insentif alias tidak kala itu. Hasilnya, penjualan motor listrik dikatakan terjun bebas.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·