CNN Indonesia
Senin, 19 Mei 2025 10:52 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bunyi mengenai kasus dugaan piagam tiruan Presiden RI ke-7 Joko Widodo nan diadukan ke Bareskrim Polri. Arsip Polri
Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bunyi mengenai kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang diadukan ke Bareskrim Polri.
Kapolri memastikan saat ini kasus nan diadukan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) tetap dalam proses penyelidikan.
Kendati demikian, dirinya tidak menjelaskan lebih jauh ihwal perkembangan penanganan kasus itu. Sigit hanya meminta agar publik menunggu perkembangannya dari petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas proses berjalan. Perkembangannya diikuti saja," ujarnya kepada wartawan di PTIK, Minggu (18/5) malam.
Sebelumnya Presiden RI ke-7 Joko Widodo menyerahkan piagam SMA dan kuliah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Bareskrim Polri untuk dilakukan uji Laboratorium Forensik.
Penyerahan piagam itu dilakukan melalui adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto ke interogator Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, pada Jumat (9/5).
"Hari ini kita sudah serahkan semuanya kepada pihak Bareskrim untuk ditindaklanjuti, untuk dilakukan uji Laboratorium Forensik," ujar pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan kepada wartawan di Bareskrim Polri.
Dalam kasus ini Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan piagam tiruan Jokowi.
Aduan itu dilayangkan oleh Ketua TPUA Egi Sudjana pada 9 Desember 2024 dan diterima sebagai Laporan Informasi dengan Nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.
"Perihal pengaduan adanya temuan publik (dan dari beragam media sosial sebagai corak notoire feiten) abnormal norma piagam S1 Jokowi oleh Tim Pembela Ulama & Aktivis," jelasnya.
(tfq/dal)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·