slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kecelakaan Bus Jemaah Haji Indonesia Di Madinah, 10 Orang Luka

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Bus nan mengangkut rombongan jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan Jabal Magnet alias Mantika Baidha, 60 km sebelah barat laut Kota Madinah, Arab Saudi, Rabu (29/4) waktu setempat.

Ketua PPIH Surabaya, Asadul Anam, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut melibatkan jemaah dari kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB 02) saat mengikuti aktivitas kunjungan alias city tour nan diadakan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) asal Probolinggo, di luar agenda resmi haji.

"Ya, itu terjadi dari SUB 02. Jadi mereka mengadakan kunjungan ke Jabal Magnet sama pencetakan Al-Qur'an seperti itu. Kemudian itu diselenggarakan oleh salah satu KBIH di Probolinggo. Jadi mereka KBIH mengadakan aktivitas ziarah," kata Anam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan kecelakaan  melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari aktivitas city tour Jabal Magnet.

Berdasarkan info nan diterima, kata dia, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Terdapat 10 orang korban luka, 7 orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan, dan saat ini telah kembali ke Hotel Andalus Golden," kata Heni dalam keterangan tertulis.

Untuk 3 orang korban lain berasal dari Kloter SUB-2. Heni berbicara dua orang diantaranya sudah diperbolehkan kembali setelah mendapatkan penanganan medis.

"Sedangkan satu orang jemaah berumur 60 tahun tetap menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba," ujarnya.

Heni memastikan Kemlu, lewat KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak-pihak mengenai guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan nan diperlukan.

Ketua PPIH Surabaya Asadul Anam mengungkap kecelakaan bermulai saat bus nan disewa oleh salah satu KBIH Probolinggo tersebut sedang dalam perjalanan menuju letak penulisan Al-Qur'an dan kunjungan ke Jabal Magnet.

Ia menyebut, kecelakaan diduga terjadi lantaran adanya kendaraan lain nan muncul secara tiba-tiba dari sisi jalan. Sopir bus tidak bisa mengendalikan laju kendaraan sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Bagian depan depan bus mengalami ringsek dan kerusakan parah.

"Ada kendaraan nan nyelonong mendadak keluar dari sisi jalan, maka bisnya tidak bisa mengendalikan diri akhirnya tabrakan itu," ujarnya.

Meski kondisi bentuk bus mengalami kerusakan nan cukup berat, Anam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh jemaah dilaporkan selamat, meskipun beberapa di antaranya kudu menjalani perawatan medis lantaran terkena serpihan kaca dan benturan.

Menyusul kejadian ini, pihak PPIH mengeluarkan peringatan keras bagi pengelola KBIH agar lebih waspada dalam menyelenggarakan aktivitas di luar agenda ibadah wajib.

Terlebih, letak Jabal Magnet nan dituju rombongan ini berada cukup jauh dan terletak di luar wilayah Madinah, sementara agenda salat di Madinah sangat padat bagi jemaah nan mengejar ibadah Arbain.

"Ya, kita berambisi bahwa jika kemudian ada nan mengadakan tur kunjungan seperti itu untuk lebih hati-hati. Inti aktivitas di Madinah ini kan ibadah. Oleh lantaran itu fokuskan di ibadah dulu. Kalau kemudian apa ada waktu itu [ziarah] tidak perlu jauh-jauh. Karena Subuh sampai Zuhur ini kan waktunya pendek sehingga seumpama mereka mau mengejar Arbain itu tetap memungkinkan," tegas Anam.

Lebih lanjut, Pihak PPIH Surabaya menekankan agar KBIH bertanggung jawab penuh atas keselamatan jemaah saat melakukan aktivitas berdikari di luar pantauan resmi petugas haji pemerintah.

"Jabal Magnet itu kan sudah di luar tanah Arab (Tanah Haram). Oleh lantaran itulah saya tak katakan tadi, 'Oh, ini nan mengadakan siapa? KBIH, Pak.' Ya sudah. Kalau begitu KBIH kudu lebih waspada, lebih hati-hati lantaran posisi di Madinah ini waktunya sangat sempit. Karena terikat dengan agenda waktu salat seperti itu," katanya.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru