slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kemenkeu Ungkap Strategi Industri Rokok "akali" Pembelian Pita Cukai

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengungkap adanya dinamika penerimaan cukai hasil tembakau pada awal tahun, terutama mengenai strategi pelaku industri dalam pembelian pita cukai.

"Kalau untuk dari sisi cukai hasil tembakau itu ada dinamika, mereka boleh menunda pembelian dari pita cukai. Itu mereka gunakan. Tetapi kelak untuk beberapa bulan ke depan kita lihat ini trennya sudah membaik," ujar Febrio di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan kondisi tersebut turut memengaruhi realisasi penerimaan negara pada kuartal I-2026 nan baru mencerminkan info hingga Maret. Menurutnya, pola ini bukan perihal baru lantaran pelaku industri kerap memanfaatkan elastisitas waktu pembelian pita cukai untuk mengatur arus kas dan produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi info kemarin nan kita tunjukkan untuk Q1 itu kan sampai Maret ya. Nanti di April ini sebenarnya sudah ada info ini bakal membaik, lebih baik dibandingkan nan bulan-bulan sebelumnya," ujar dia.

Febrio menambahkan tren perbaikan tersebut mulai terlihat seiring masuknya periode baru setelah penundaan pembelian pita cukai. Dengan demikian, penerimaan negara dari sektor ini diperkirakan bakal kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Selain cukai, dia juga menyinggung penerimaan dari sektor kepabeanan lain nan sangat dipengaruhi kondisi global.

[Gambas:Youtube]

"Untuk bea keluar ini kan mengikuti tren perdagangan peralatan dan jasa internasional. Termasuk juga impor, ialah ada bea masuk dan sebagainya," ujarnya.

Ia menegaskan meskipun terjadi perubahan di awal tahun, arah penerimaan tetap berada dalam jalur nan sesuai dengan sasaran pemerintah.

"Ini tetap at par (setara) dan kita memandang arah untuk bea dan cukai sesuai dengan APBN 2026 itu bakal tercapai," kata Febrio lebih lanjut.

Secara keseluruhan, dia menilai dinamika penerimaan ini lebih berkarakter siklus dan teknis, bukan mencerminkan pelemahan fundamental. Penundaan pembelian pita cukai di awal tahun biasanya bakal diikuti oleh peningkatan realisasi pada periode berikutnya sehingga keahlian tahunan tetap terjaga.

Data Kemenkeu menunjukkan penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Februari 2026 mencapai Rp44,9 triliun alias sekitar 13,4 persen dari sasaran APBN. Angka ini turun 14,7 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar berasal dari cukai sebesar Rp34,4 triliun, meski mengalami penurunan 13,3 persen secara tahunan. Penurunan ini salah satunya dipengaruhi oleh sistem pita cukai nan memungkinkan pelaku upaya menunda pembelian dan pelekatan hingga beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, penerimaan bea keluar juga turun signifikan akibat melemahnya nilai komoditas seperti minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), sementara bea masuk justru mencatat pertumbuhan seiring peningkatan aktivitas impor.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru