slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kesaksian Kasmudjo: Bukan Pembimbing Skripsi, Tak Tahu Ijazah Jokowi

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Mantan pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Kasmudjo buka bunyi mengenai polemik piagam Presiden ke-7 RI, Joko Widodo namalain Jokowi.

Ia menjelaskan saat Jokowi menimba pengetahuan di UGM tahun 1980-1985, dia tetap menjadi pengajar golongan IIIb alias asisten dosen.

Saat itu Kasmudjo belum boleh mengajar langsung dan hanya diperkenankan memberikan pendampingan kepada mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Interaksinya sebagai asisten pengajar dengan mahasiswa kala itu hanya sebatas membantu memahami mata kuliah alias teori-teori pada buku. Baru tahun 1986 dia naik jadi golongan IIIc.

"Kalau selama Pak Jokowi kuliah itu saya hanya lantaran karena mendampingi saya mengikuti nan saya dampingi. Saya tidak tidak boleh membikin alias melakukan pelajaran-pelajaran sendiri," kenang Kasmudjo saat ditemui di kediamannya, Pogung, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (14/5) sore.

"Saya mulai ngajar itu mungkin setelah IIId alias mungkin ke IVa, itu mungkin lantaran saya punya sebagai ketua laboratorium sendiri, ialah nan berangkaian dengan non kayu dan mebel, saya ngajar di situ. Artinya produk-produk rimba nan selain dari kayu dan mebel," paparnya.

Kasmudjo menegaskan dirinya bukanlah pengajar pembimbing skripsi Jokowi. Menurutnya, pengajar pembimbing skripsi Jokowi kala kuliah di Fakultas Kehutanan UGM adalah Prof Sumitro.

"Bukan sama sekali (dosen pembimbing skripsi)," tegas Kasmudjo.

Kasmudjo juga mengaku tak tahu menahu perihal piagam sarjana Jokowi nan belakangan ramai disorot.

Dia juga tidak bisa bicara banyak soal rumor ini lantaran sama sekali belum pernah memandang langsung piagam nan diperdebatkan.

Demikian pula proses kelulusan Jokowi, Kasmudjo menyatakan tak terlibat aktivitas pendampingan penyusunan skripsi nan bersangkutan.

"Mengenai ijazah, saya paling tidak bisa cerita lantaran saya tidak membimbing (skripsi), tidak mengetahui, tidak ada prosesnya, lantaran pembimbingnya itu Prof. Sumitro. Pembantunya dan nan nguji ada sendiri, jadi jika mengenai (tuduhan) piagam sampai tiruan itu saya tidak bisa sama sekali cerita," bebernya.

"Jadi jika itu nyangkutnya ke piagam tiruan ya ke situ jika saya pembimbing akademik pelajaran-pelajaran nan secara umum ya enggak bisa (disangkutpautkan)," ujarnya.

Karir Kasmudjo di UGM sebagai calon pengajar dimulai pada 1975 silam. Kasmudjo purnatugas dari UGM pada 2014 lalu, dengan total masa pengabdian sebagai pengajar selama 38 tahun.

Kini, namanya kembali disorot di tengah polemik dan tudingan piagam tiruan Jokowi.

Jokowi juga menyempatkan waktunya berjamu ke kediaman Kasmudjo, Senin (12/5) kemarin. Momen pertemuan keduanya dibagikan melalui akun IG resmi milik Jokowi.

Menurut Kasmudjo, ini adalah pertemuan mereka pertama setelah sekian tahun. Jokowi datang ke rumahnya Senin pagi dan keduanya berbincang selama kurang lebih 45 menit.

Selama itu pula, kata Kasmudjo, Jokowi juga tak membawa topik menyangkut polemik piagam sarjana Fakultas Kehutanan nan dikeluarkan oleh UGM.

"Enggak, enggak. Sama sekali (tidak diperbincangkan)," kata Kasmudjo.

Jokowi juga disebut tak menyinggung soal gugatan nan belakangan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sleman dan tetap mengenai polemik ijazah. Kasmudjo masuk dalam salah satu daftar tergugat berbareng rektor, empat wakil rektor, serta dekan juga kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM.

(kum/isn)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru