slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ketua Dprd Tabanan Bali Dapati Lulusan Sma Belum Lancar Baca

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Denpasar, CNN Indonesia --

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Bali, I Nyoman Arnawa, mengaku mendapati dua siswa nan sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) namun tak lancar membaca.

Arnawa bilang dua lulusan SMA nan tak lancar membaca itu adalah seorang laki-laki dan perempuan. Dari penelusurannya, diketahui dua orang itu rupanya tak lancar membaca sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ocehan membaca alias tidak lancar membaca. Saya ketahui itu waktu dia SMP dan saya tanya bunyinya, ini apa bacaannya, dia tidak lancar membaca. Kalau dia memang dibilang misalnya ada kelainan, saya rasa sih tidak, orangnya sehat-sehat kayak orang biasa saja," kata Arnawa, saat dihubungi Kamis (15/5).

Dua orang itu, katanya, merupakan penduduk kampungnya. Dan, dia mengaku kaget setelah lulus SMA keduanya tetap belum lancar membaca.

"Sekarang kan orangnya sudah tamat SMA. Baru-baru ini saya ketemu dengan keluarganya dan (pamannya bilang) tetap belum lancar membaca. Jadi orangnya tidak ocehan membaca tapi bisa main handphone. Inilah nan kita tidak mengerti, gimana itu kira-kira," jelasnya.

"Dia SMP tidak lancar membaca dan SMA tidak lancar membaca. Dan sekarang orangnya itu sudah tamat SMA dan saya tanya bapaknya baru-baru ini, dia juga bingung dan dia memang tidak lancar membaca tapi kok bisa dia main handphone terus. Yaitu, enggak ngerti juga saya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arnawa menduga selain dua orang dari kampungnya, tetap banyak siswa-siswa sekolah nan belum lancar membaca di Tabanan.

"Kalau dengan analisa-analisa kita, kayaknya tetap banyak siswa-siswa nan begitu. Maka, saya kasih tau orang tuanya jika diajarin sama gurunya mungkin agak keras alias apa, enggak usah orang tuanya marah alias apa. Kasihan anak-anak begitu dong," jelasnya.

Ia juga heran, jika memang mereka tidak bisa membaca kenapa bisa lulus SMA dan itu menjadi persoalan.

"Itu persoalannya katanya tidak boleh (lulus jika belum lancar membaca). Kan ada program begitu, katanya tidak boleh tidak meningkatkan anak murid. Saya dengarnya begitu," jelasnya.

Arnawa berambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dan Dinas Pendidikan Tabanan serta guru-guru di sekolah segera mencari solusi.

Mengutip dari detikBali, dalam rapat kerja Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) antara legislatif dan pelaksana di Ruang Rapat Gedung DPRD Tabanan, Rabu (14/5) ditemukan ada sekitar total 23 orang dari mulai tingkat SD hingga SMA nan tak lancar membaca.

Terkait perihal ini, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, yang hadir dalam aktivitas tak menampik bahwa tetap terdapat siswa di Tabanan nan belum ocehan membaca. Ia menjelaskan, perihal ini tidak hanya terjadi di Tabanan saja, melainkan juga di beragam wilayah di Indonesia.

"Masalah ini juga dipengaruhi oleh keberadaan anak berkebutuhan unik (ABK) nan mengikuti sekolah reguler melalui program inklusi. Jadi pasti ada beberapa siswa nan belum ocehan membaca lantaran keterbatasan tersebut," jelasnya.

Selain lantaran keterbatasan mental, lanjutnya, sebagian siswa juga tidak ocehan membaca lantaran sesuai patokan saat di jenjang taman kanak-kanak (TK) belum mendapatkan pelajaran membaca, menulis, dan berbilang (calistung).

"Selain itu, ada juga aspek ekonomi keluarga. Dari total 23 siswa tersebut, tiga orang berasal dari family dengan keterbatasan ekonomi," ungkapnya.

Dharma Utama menegaskan telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi perihal tersebut. Di antaranya, dengan membentuk Unit Layanan Disabilitas di dinas pendidikan untuk menangani siswa berkebutuhan khusus. Serta membentuk tim penguatan literasi dan numerasi di tingkat sekolah dan kabupaten.

"Tim ini bekerja mendampingi anak-anak nan belum ocehan membaca, menangani kekerasan terhadap anak, dan mengatasi keterlambatan belajar," kata Dharma.

Sebelumnya diberitakan pula ratusan siswa SMP di Buleleng ditemukan belum lancar membaca. Kondisi itu menjadi perhatian serius sejumlah pihak, termasuk dari Kemendikdasmen.

(kdf/kid)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru