Jakarta, CNN Indonesia --
Komnas HAM menemukan kebenaran bahwa tak ada petugas keamanan di Bandara Karoway Batu, Kabupaten Yahukimo, Papua nan menjadi letak penembakan pesawat Smart Air oleh golongan pidana bersenjata (KKB).
Temuan itu diperoleh setelah Komnas HAM meminta keterangan dari beragam pihak, meninjau letak kejadian hingga mempelajari beragam arsip terkait.
"Kami juga menemukan bahwa Bandara Koroway Batu tidak mempunyai petugas keamanan sama sekali," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian dalam konvensi pers, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pendalaman Komnas HAM, kata Saurlin, kedua korban tewas nan merupakan pilot dan kopilot itu mendapat luka tembak di kepala. Selain itu, kedua korban juga mendapat luka sayat di beberapa bagian tubuh nan diakibatkan barang tajam.
"Kedua korban dicurigai para pelaku membantu operasional abdi negara keamanan. Terdapat 13 lubang tembakan di badan pesawat," ucap dia.
"Temuan lain adalah para pelaku merupakan dan alias setidaknya mengakui dalam suatu deklarasi bahwa mereka adalah bagian dari TPNPB-OPM Kodap XVII Yahukimo," sambungnya.
Terkait kasus ini, Komnas HAM merekomendasikan kepada Kapolri untuk mengawasi penegakan norma oleh Polda Papua dan Polres Boven Digoel agar dilakukan secara profesional, transparan dan berkeadilan.
"Dua, memperkuat pengamanan wilayah rawan terutama airport perintis di Boven Digoel dengan penempatan personel pengamanan nan berasal dari abdi negara serta memahami kearifan lokal," tutur Saurlin.
Terakhir, Komnas HAM juga mendorong kepolisian untuk bersinergi dengan pemerintah wilayah dan tokoh masyarakat dalam penempatan serta penguatan personel di Distrik Yaniruma dan Kawagit.
Sebelumnya, pesawat Smart Air nan mengangkut 13 penumpang ditembaki saat mendarat di Bandara Koroway Batu pada Rabu (11/2) sekitar Pukul 11.00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.
Setibanya di letak tujuan, kata dia, pesawat nan diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro ditembaki golongan tak dikenal.
"Sekitar Pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel telah menerima info dari instansi Bandara Tanah Merah di, bahwa telah terjadi penembakan di Bandara Koroway Batu," tuturnya.
Ia menjelaskan tindakan penembakan terjadi dari arah rimba samping area Bandara Koroway Batu. Cahyo menyebut kedua Pilot dan Kopilot pesawat tersebut dipastikan tewas dalam kejadian penembakan.
"Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat info adanya korban jiwa akibat penyerangan ialah dua orang nan diduga adalah Pilot dan Kopilot," jelasnya.
(dis/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·