Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal mengumpulkan para pengusaha taksi dengan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) buntut peristiwa kecelakaan kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Faizal mengatakan para pengusaha taksi kudu memberi edukasi kepada para pengemudi jika terjadi keadaan darurat, seperti mogok di rel kereta.
"Minggu depan kami sudah melayangkan surat kepada seluruh pengusaha taksi alias mobil penumpang taksi terutama nan sekarang menggunakan kendaraan listrik alias EV untuk kami kumpulkan. Kita bakal memberikan edukasi mengenai masalah gimana SOP-nya dengan melibatkan tentunya dari regulator alias dari dealer alias ATPM," kata Faizal dalam obrolan di Gedung DPR, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faizal mempertanyakan apakah selama ini para pengemudi sudah dibekali SOP untuk mengatasi jika terjadi peristiwa mobil mogok di rel kereta api.
"Bagaimana mengatasi andaikan terjadi perihal nan kemarin? Driver ini dibekali pengetahuan nggak untuk mengatasi gimana jika kendaraan listrik ini berakhir di tengah rel kereta api?" katanya.
Faizal mengatakan kendaraan listrik tetap bisa dipindahkan meski dalam kondisi berhenti. Menurutnya, pabrikan kendaraan pasti sudah mengantisipasi perihal itu.
"Dari perusahaan sendiri, dari pabrikan itu sudah mengantisipasi hal-hal seperti ini. Nah ini kami bakal panggil regulator, minggu depan seluruh kendaraan-kendaraan nan menggunakan EV kita minta agar diingatkan lagi para pengemudinya ini, diberikanlah pengetahuan, diberikan keahlian gimana langkah mengatasi jika andaikan terjadi perihal seperti ini," ujarnya.
Kecelakaan maut nan melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kejadian bermulai ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Mobil itu adalah taksi listrik online Green SM.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
Dampak peristiwa itu, petugas lampau memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya sehingga terlibat kejadian dengan KA PLB 5568 nan sedang berhenti.
16 orang meninggal bumi akibat peristiwa itu dan puluhan lainnya luka-luka
(yoa/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·