slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kpk: Wali Kota Madiun Maidi Diduga Terima Fee Proyek 4-10 Persen

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi menerima fee proyek sekitar 4 sampai 10 persen saat memeriksa enam orang saksi pada hari ini, Rabu (25/2).

Para saksi tersebut adalah Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho; Kepala Bidang Bina Marga Agus Tri Sukamto; ASN pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sekaligus Tim Pemelihara Jalan dan Jembatan Guntur Yan Putranto.

Kemudian Kepala Bidang Cipta Karya Hesti Setyorini; Kepala Tim Kerja PBG Bidang Cipta Karya Riski Septiyanto; dan Kepala Tim Penataan Bangunan & Lingkungan Bidang Cipta Karya Seno Bayu Murti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Madiun.

"Semua saksi hadir. Penyidik mendalami para saksi mengenai dugaan adanya fee proyek di Dinas PUPR untuk kepentingan Wali Kota nan berkisar antara 4 persen-10 persen," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2).

KPK memproses norma Maidi atas kasus dugaan pemerasan modus fee proyek dan biaya Corporate Social Responsibility (CSR) serta penerimaan lainnya alias gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Selain Maidi, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Maidi nan berjulukan Rochim Ruhdiyanto dan Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah sebagai tersangka.

Mereka sudah dilakukan penahanan untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut.

Kasus nan menyeret Maidi dan kawan-kawan ini dibongkar KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) nan dilakukan pada Januari 2026.

KPK menemukan dan menyita peralatan bukti duit tunai sejumlah Rp550 juta dalam operasi senyap tersebut.

Dari OTT itu pula KPK menemukan dugaan korupsi berupa permintaan fee publikasi perizinan di lingkungan Pemerintah Kota Madiun kepada pelaku upaya seperti hotel, minimarket, hingga waralaba.

Dalam proses investigasi berjalan, KPK sudah menggeledah banyak tempat. Di antaranya rumah pribadi Maidi, rumah pribadi Thariq, Kantor Wali Kota, serta sejumlah instansi dinas di Kota Madiun.

Banyak peralatan bukti diduga mengenai perkara seperti arsip hingga duit tunai sukses disita.

(ryn/gil)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru