Jakarta, CNN Indonesia --
Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kejadian bermulai ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai akibat peristiwa itu, petugas lampau memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya, sehingga terlibat kejadian dengan KA PLB 5568 nan sedang berhenti.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak mengenai untuk memastikan proses pemindahan melangkah optimal.
Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan akibat tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban.
"Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi nan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh," kata Dudy dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).
Ia menegaskan Kemenhub memberi ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar pertimbangan komprehensif ke depan.
"Mohon doanya dari masyarakat semoga proses pemindahan ini dapat berjalan dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban nan tetap ada di dalam kereta api," katanya
Hingga Selasa siang, jumlah korban meninggal bumi sebanyak 14 orang dan 84 lainnya luka.
PT KAI saat ini tetap membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun ialah di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan proses pemindahan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, selesai dilakukan.
Ia memastikan tak ada korban nan tetap terjebak dalam rangkaian kereta.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·