slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Laba 2025 Capai Rp57,1 T, Bri Bagikan Dividen Rp346 Per Saham

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,102 triliun alias Rp346 per saham untuk tahun kitab 2025.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 10 April 2026 dan sudah termasuk dividen interim nan telah dibayarkan sebelumnya.

Ia mengatakan pembagian dividen itu didukung keahlian finansial perseroan nan tetap solid sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dividen payout ratio sekitar 92 persen. Ini mencerminkan komitmen BRI menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi penanammodal dan penguatan esensial perusahaan," kata Hery dalam konvensi pers secara daring, Kamis (30/4).

Pembagian dividen turut didukung keahlian positif BRI yang membukukan untung bersih konsolidasi 2025 sebesar Rp57,132 triliun.

Hery juga buka bunyi soal gimana saham dengan esensial kuat seperti BBRI dapat memberikan imbal hasil stabil, termasuk dari dividen.

[Gambas:Youtube]

"Walaupun nilai saham (BBRI) mengalami tekanan 16 persen, enggak usah dilihat itu, (yang) dilihat dividen rasionya. Dividen kita kan cukup bagus, paling tidak bisa memberikan 10-11 persen return per tahun," ujar Hery.

"Mau cari investasi di mana sebesar itu? Deposito saja mungkin hanya 7 persen. Kemudian reksadana pasar duit mungkin sekitar 5,5-6 persen. Tapi jika Anda misalnya mau trading itu perihal lain ya," imbuhnya.

Ia berbagi tips jika penanammodal ingin memiliki saham blue chip dengan esensial perusahaan kuat, maka tidak perlu melihat perubahan nilai sahamnya.

Sementara itu, dengan kondisi makro ekonomi dunia dan dalam negeri nan membaik, ia optimistis indeks dan saham-saham akan merespons situasi dengan kenaikan.

Kinerja BRI pada kuartal I 2026 tetap menunjukkan tren positif, di tengah dinamika ekonomi global. Total aset tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sedangkan biaya pihak ketiga mencapai Rp1.555 triliun alias naik 9,4 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong biaya murah (CASA) nan meningkat 13,2 persen menjadi Rp1.058,6 triliun. Penyaluran angsuran dan pembiayaan juga naik 13,7 persen secara tahunan menjadi Rp1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi penopang utama sebesar Rp1.211 triliun.

Adapun dari sisi profitabilitas, untung bersih triwulan I 2026 tercatat Rp15,5 triliun alias tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Kualitas aset turut membaik, tercermin dari penurunan loan at risk (LAR) dari 11,1 persen menjadi 9,7 persen.

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru