slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ledakan Pemusnahan Amunisi Garut, Korban Dilarikan Ke Rsud Pameungpeuk

Sedang Trending 9 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia, saat aktivitas pemusnahan amunisi tidak layak alias kedaluwarsa, nan digelar oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5).

Berdasarkan info nan dihimpun, korban dilarikan ke RSUD Pameungpeuk, Garut. Korban meninggal di antaranya terdapat dua personil TNI dan 9 penduduk sipil.

Sementara daftar korban meninggal berasas info nan didapat diantaranya Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Agus Bin Kasmin, Ipan Bin Obur, Anwar Bin Inon, Iyus Ibing Bin Inon, Iyus Rizal Bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saksi buka suara

Salah seorang saksi, Mukin mengungkapkan soal peristiwa ledakan nan makan korban tewas.

"Jam 9 (pagi) kejadiannya kurang lebih. Katanya sih ada 11 korban, hanya nan 2 belum teridentifikasi. Ada 2 juga kolonel nan meninggal," kata Mukin saat dikonfirmasi CNNIndonesia TV.

"Sedang pembuatan lubang," jelasnya soal awal mula ledakan tersebut.

Mukin menuturkan jarak dari jalan raya ke letak tersebut sekitar 2 kilometer (km). Namun, dia mempertanyakan kenapa ada penduduk sipil nan terdampak peristiwa tersebut?

"Warga sipil, masyarakat menanyakan, kenapa penduduk sipil dilibatkan? Kami tidak tahu. Kami dari family korban juga," klaim Mukin.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Namun Maruli belum bisa memberikan kronologi dan korban secara rinci. Ia hanya menegaskan peristiwa itu sedang diinvestigasi.

"Benar terjadi kejadian tersebut. Kejadiannya sedang diinvestigasi," kata Maruli kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, Kodam III Siliwangi belum mengetahui kronologi kejadian tewasnya 11 orang dalam aktivitas pemusnahan Amunisi tidak layak, nan digelar TNI.

"Masih kita dalami, lantaran kejadiannya baru," ungkap Kapendam III Siliwangi, Kolonel Inf Mahmmudin, saat dikonfirmasi.

Mahmmudin membenarkan jika dalam kejadian tersebut, ada 11 orang nan meninggal dunia. Mereka nan meninggal dunia, dua personil TNI dan 9 penduduk sipil.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru