CNN Indonesia
Sabtu, 02 Mei 2026 19:20 WIB
Laut Kaspia, waduk terbesar di bumi nan luasnya setara Jepang. (iStockphoto/Rafael_Wiedenmeier)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dari lebih dari 304 juta danau nan tersebar di seluruh dunia, ada satu nan berdiri tegak sebagai raksasa tak tertandingi. Saking luasnya, waduk ini sering diklasifikasikan sebagai laut pedalaman. Danau ini juga dikenal sebagai Laut Kaspia.
Memiliki luas permukaan mencapai 386.400 km², Laut Kaspia nyaris sama besarnya dengan negara Jepang. Danau raksasa ini menjadi kejadian pengetahuan permukaan bumi unik lantaran letaknya nan membentang di antara dua benua: Eropa dan Asia.
Batas wilayah Laut Kaspia dikelilingi oleh lima negara, ialah Kazakhstan, Rusia, Azerbaijan, Iran, dan Turkmenistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya lagi, permukaan waduk ini berada sekitar 27 meter di bawah permukaan laut. Laut Kaspia menampung sekitar 44 persen dari seluruh air waduk nan ada di dunia.
Seperti dilansir Mirror, luas Laut Kaspia apalagi nyaris lima kali lipat dari Danau Superior di perbatasan AS-Kanada (82.000 km²).
Meskipun disebut "laut", Kaspia sebenarnya adalah waduk nan terkurung daratan. Karakteristik alaminya adalah sebagai sumber air tawar.
Sungai Volga, sungai terpanjang di Eropa, menjadi pemasok air tawar utama bagi Laut Kaspia. Hal ini membikin airnya condong lebih segar dibandingkan laut lepas, meskipun tetap mempunyai kadar garam.
Selain Volga, terdapat lebih dari 130 sungai lain nan bermuara ke sini, termasuk Sungai Ural dan Sungai Kura. Danau ini diyakini berumur sekitar 30 juta tahun dan mulai terisolasi dari lautan bebas sekitar 5,5 juta tahun lalu.
Laut Kaspia bukan hanya sekadar genangan air besar, tetapi juga pusat ekonomi dan keanekaragaman hayati. Danau raksasa ini merupakan rumah bagi sekitar 850 jenis hewan dan 500 jenis tanaman. Beberapa di antaranya endemik, seperti Anjing Laut Kaspia dan ikan Sturgeon nan menghasilkan kaviar terbaik dunia.
Wilayah ini terkenal dengan persediaan minyak dan gas bumi nan melimpah. Kota Baku (ibu kota Azerbaijan) adalah kota terbesar di pinggir Kaspia, diikuti oleh Astara (Iran) dan Atyrau (Kazakhstan).
Sayangnya, "danau raksasa" ini sedang terancam. Polusi dari industri minyak serta pembangunan waduk di sungai-sungai nan bermuara ke Kaspia telah mengganggu ekosistemnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan menunjukkan bahwa akibat pemanasan global, kedalaman Laut Kaspia diprediksi bakal menurun sekitar 9 hingga 18 meter.
Jika ini terjadi, luas permukaan waduk bakal menyusut drastis, menakut-nakuti kehidupan jenis nan berjuntai padanya serta stabilitas ekonomi negara-negara sekitarnya.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·