Surabaya, CNN Indonesia --
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Jawa Timur menggelar tindakan di area Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (9/4).
Mereka menuntut transparansi pengusutan sejumlah kasus kekerasan nan diduga melibatkan oknum TNI, termasuk penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, para mahasiswa mengenakan pekaian serba hitam. Mereka membentangkan poster dan spanduk bersuara protes bertuliskan 'Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus', 'Kembalikan TNI ke Barak' dan 'Reformasi Bukan Formalitas'.
Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama mengatakan tindakan ini merupakan corak pengingat agar lembaga militer tetap melangkah di koridor norma dan kemanusiaan. Termasuk dalam penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus nan diduga dilakukan oleh belasan personil TNI.
"Kasus kekerasan terhadap aktivis Andrie Yunus juga memperlihatkan adanya dugaan praktik kekerasan nan tidak manusiawi. Penolakan publik terhadap penyelesaian melalui peradilan militer menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sistem internal lembaga militer tengah mengalami krisis," kata Deni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beragam wilayah lainnya, kata Deni dugaan kekerasan, penyalahgunaan wewenang, seperti kejadian peluru nyasar nan menimpa siswa SMP di Gresik serta kecelakaan lampau lintas nan melibatkan kendaraan militer dan merenggut nyawa penduduk sipil semakin memperkuat adanya pola berulang, ialah lemahnya akuntabilitas dan minimnya pertanggungjawaban terhadap korban.
Menurutnya, tidak boleh ada satu pun lembaga alias perseorangan nan kebal terhadap hukum, termasuk abdi negara militer. Supremasi hukum, kata dia, kudu ditegakkan tanpa diskriminasi, dan keadilan kudu berpihak kepada korban, bukan pada kekuasaan.
"Aksi ini kami arahkan ke Markas Kodam V/Brawijaya bukan tanpa alasan. Kodam sebagai representasi kekuatan teritorial TNI di Jawa Timur mempunyai tanggung jawab moral, institusional, dan komando atas beragam dinamika nan terjadi di wilayahnya," ucapnya.
"Kehadiran kami di depan Kodam bukan sebagai corak permusuhan terhadap lembaga TNI, melainkan sebagai corak pengingat bahwa kekuatan militer kudu selalu melangkah seiring dengan nilai kemanusiaan, hukum, dan demokrasi," tambahnya.
Kodam V/Brawijaya, kata dia, seharusmya menjadi sebagai simbol moral tanggung jawab institusi, di mana bunyi rakyat kudu didengar, kritik kudu diterima, dan keadilan kudu ditegakkan
Dalam tindakan itu, setidaknya mahasiswa membawa tujuh tuntutan utama, di antaranya mendesak agar setiap kasus nan melibatkan penduduk sipil diadili melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Hal ini bermaksud untuk menjamin keadilan nan terbuka dan objektif.
"Kami mendesak pengusutan secara transparan dan menyeluruh terhadap seluruh kasus nan melibatkan oknum TNI di Jawa Timur dan Indonesia. Menuntut agar setiap kasus nan melibatkan penduduk sipil diproses melalui peradilan umum demi menjamin keadilan nan terbuka dan objektif," ucapnya.
Deni juga menambahkan tindakan ini secara spesifik meminta Kodam V/Brawijaya berkedudukan aktif mendorong penyelesaian kasus hingga ke tingkat pusat.
"Mendesak lembaga TNI, khususnya Kodam V/Brawijaya, untuk memberikan rekomendasi serta dorongan ke Mabes TNI agar segera di usut tuntas," tambahnya.
Penyidikan selesai
Sebelumnya Pusat Polisi Militer TNI telah menyelesaikan proses investigasi dalam kasus teror penyiraman air keras Andrie Yunus.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan Puspom telah melimpahkan berkas perkara, para tersangka, sekaligus peralatan bukti kasus tersebut kepada Oditur Militer (Otmil) II-07 Jakarta.
"Hari ini Selasa 7 April 2026 telah dlimpahkan Berkas perkara, para tersangka dan peralatan bukti tindak pidana penganiayaan Sdr AY dari interogator Puspom TNI kepada Otmil II-07 Jakarta," ujar Aulia dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Menurut dia, berkas tersebut selanjutnya bakal diperiksa kelengkapannya, baik secara formil maupun materil. Jika dinyatakan lengkap, kasusnya bakal dibawa ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
"Adapun tersangka nan dilimpahkan berjumlah 4 orang ialah dengan inisial: NDP, SL, BHW, ES berikut peralatan bukti," ujar Aulia.
(frd/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·