Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 11:55 WIB
(Foto: Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk) (IDX: SRAJ) menggelar simposium internasional berjudul "Global Best Practices in Advancing Total Knee Replacement" sebagai upaya memperkuat kualitas jasa ortopedi di Indonesia.
Berkolaborasi dengan Johnson & Johnson MedTech South East Asia, simposium nan digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta mempertemukan master ahli dan subspesialis ortopedi dari tiga benua dan empat negara, ialah Amerika Serikat, India, Singapura, dan Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret Mayapada Healthcare untuk membawa standar dunia operasi dengkul ke dalam negeri, dan menegaskan bahwa jasa ortopedi di seluruh jaringan Mayapada Hospital mendorong pendekatan nan lebih presisi, personal, dan berstandar global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah kerjasama lintas negara ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan jasa ortopedi di Indonesia, khususnya untuk kasus osteoartritis nan terus bertambah di beragam golongan usia.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, simposium ini menghadirkan praktik terbaik bumi agar dapat diakses lebih dekat di dalam negeri.
Pembahasan mencakup beragam topik strategis mulai dari prosedur Total Knee Replacement (TKR) kompleks, termasuk penanganan kasus deformitas dengkul dengan teknologi robotik, perkembangan kreasi implan modern, hingga optimasi pemulihan pasien melalui protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) nan melibatkan kerjasama lintas disiplin, mulai dari ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, hingga nutrisi klinik.
Melalui pendekatan ini memungkinkan pasien pulih lebih cepat, mengurangi lama rawat inap, serta meningkatkan pengalaman perawatan secara keseluruhan.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia mengatakan, simposium ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian dari strategi untuk terus aktif membawa penemuan dunia ke dalam negeri guna meningkatkan daya saing jasa kesehatan nasional.
"Dengan menghadirkan kerjasama internasional, kami mau memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik bumi tanpa kudu ke luar negeri," kata Navin dikutip Selasa (14/4).
"Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan penemuan dan kualitas jasa setara global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap jasa berstandar bumi melalui support teknologi canggih, tim multidisiplin, dan jejaring internasional," lanjut Navin.
Perkembangan teknologi operasi penggantian sendi dengkul menjadi salah satu sorotan utama dalam forum tersebut. Sebagai keynote speaker, Prof. DR. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) menyampaikan, kemajuan teknologi mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement.
"Sehingga prosedur sekarang semakin presisi berkah support teknologi modern. Termasuk sistem berbasis robotik. Hal ini memungkinkan tindakan nan lebih jeli sekaligus mendukung proses pemulihan pasien nan lebih optimal," katanya.
Pandangan itu diperkuat Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS, seorang master ortopedi kelas bumi nan berkedudukan dalam pengembangan teknologi terkini, termasuk sebagai salah satu perancang teknologi robotik di Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa standar baru dalam ortopedi sekarang tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga pada kualitas pemulihan pasien.
"Dengan teknologi seperti VELYS™ Robotic-Assisted Solution serta kreasi implan nan tepat, kita dapat memberikan hasil nan lebih konsisten dan optimal bagi pasien," jelasnya.
Sementara itu, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K) menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam praktik ortopedi modern. Ia menjelaskan, praktik ortopedi modern selalu meningkatkan kerjasama tim multidisiplin agar pasien bisa pulih lebih cepat.
"Dengan melibatkan beragam ahli dalam menentukan penanganan terbaik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan kecermatan pemeriksaan serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks," ujarnya.
Perspektif dunia juga disampaikan oleh Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA nan menekankan pentingnya kualitas implan dalam operasi sendi lutut.
"Di Amerika Serikat, kami memandang peningkatan signifikan dalam kasus penggantian sendi lutut, termasuk pada pasien usia lebih muda nan tetap aktif," katanya.
Dalam konteks ini, kreasi implan menjadi sangat krusial, tidak hanya untuk keberhasilan operasi, tetapi juga untuk daya tahan, stabilitas, dan kegunaan sendi jangka panjang.
Menurutnya, perkembangan kreasi implan modern memungkinkan pendekatan nan lebih individual sesuai anatomi pasien, dan ketika dikombinasikan dengan teknologi seperti robotic-assisted surgery, presisi serta konsistensi outcome semakin meningkat.
"Pendekatan ini juga telah menjadi konsentrasi di Mayapada Hospital, nan didukung oleh VELYS™ Robotic-Assisted Solution sebagai bagian dari praktik ortopedi modern untuk mencapai hasil klinis optimal dan pemulihan nan lebih cepat," ujarnya.
Pandangan serupa diperkuat oleh Dr. Liow Ming Han Lincoln, Consultant Orthopaedic Surgeon (Adult Reconstruction) Singapore General Hospital.
Ia menyampaikan, pengalaman awal penggunaan VELYS™ Robotic-Assisted Solution untuk prosedur penggantian sendi dengkul sebagian (Unicompartmental Knee Arthroplasty) di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan presisi dan hasil klinis nan lebih konsisten.
"Ini menjadi langkah krusial dalam mendorong standar ortopedi nan lebih maju di kawasan," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Prof. Rajesh Malhotra dari Apollo Hospital New Delhi juga menyoroti pentingnya kerjasama dan konsistensi kualitas dalam menangani operasi sendi kompleks.
Sebab, dalam ortopedi, hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan operasi, tetapi juga oleh konsistensi dalam seluruh proses perawatan, mulai dari presisi tindakan, alur klinis nan terintegrasi, hingga kualitas keperawatan sebagai satu sistem.
Pendekatan ini, kata dia, krusial untuk memastikan hasil klinis nan optimal, pemulihan nan lebih cepat, serta pengalaman perawatan nan lebih baik bagi pasien.
"Kolaborasi seperti ini berkedudukan krusial dalam meningkatkan standar jasa antarnegara. Apa nan dilakukan Mayapada Hospital melalui simposium ini menjadi gambaran nyata praktik terbaik ortopedi global," ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian MAYAPADA INSPIRE (Mayapada International Networks for Surgical Practice, Innovation, and Robotic Excellence), ialah program alih pengetahuan dan sinergi skill (proctorship), simposium menghadirkan para mahir ortopedi terkemuka di dunia, terdiri dari:
• Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K), Mayapada Hospital Surabaya;
• Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS dan Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K), Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS);
• Kevin Perry, MD, Orthopedic Surgeon Mayo Clinic USA;
• Dr. Liow Ming Han Lincoln, Consultant Orthopaedic Surgeon (Adult Reconstruction) Singapore General Hospital;
• Dr. Prof. Rajesh Malhotra MBBS, MS Ortopedi, FRCS (Glasgow) FACS, FICS, FIMSA, FNAMS, FNASc, Consultant Orthopaedic Surgeon, Apollo Hospital New Delhi; serta
• Dr. Ratnakar Rao, Consultant Joint Replacement Surgeon, Apollo Hospital Hyderabad.
Mayapada Healthcare berkomitmen penuh untuk menghadirkan jasa ortopedi nan unggul. Sepanjang 2025, Mayapada Healthcare terus memperkuat kapabilitas tim master ortopedi melalui lima program proctorship berbareng para mahir ortopedi internasional.
Selanjutnya, mencatat tonggak krusial dengan keberhasilan melakukan tindakan Total Knee Replacement pertama di Jawa Timur dan Indonesia Timur menggunakan teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution.
Mayapada Healthcare terus mengembangkan Orthopedic Center sebagai jasa unggulan (Center of Excellence) nan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia melalui pendekatan multidisiplin, mengambil teknologi canggih, serta penerapan protokol ERAS guna mendukung pemulihan nan lebih sigap dan hasil klinis nan lebih optimal.
(inh)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·