Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pengelolaan zakat di Indonesia. Ia mengimbau sebaiknya amal disentralisasikan alias dikelola oleh pemerintah langsung.
Umar menyampaikan jumlah pemberi dan penerima faedah amal condong terus bertambah. Dengan demikian, pengelolaan tersebut diharapkan dapat membikin pendistribusian amal lebih terbuka dan tepat sasaran.
"Karena saat ini makin banyak penerima zakat. Zakat itu perlu disentralkan kepada pemerintah seperti era rasul," ujar Umar dalam aktivitas Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan upaya sentralisasi pengelolaan amal pernah terjadi sejak era Rasulullah SAW agar pengawasan bisa lebih tepat.
Adapun amal mempunyai peran sangat besar dalam meringankan ekonomi masyarakat miskin dan menjadi salah satu langkah untuk menyucikan kekayaan dan jiwa seseorang.
Diketahui, saat ini lembaga pengelola amal terbagi dua, ialah badan resmi pemerintah oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan beragam lembaga amil amal nan dibuat masyarakat dengan izin resmi.
Dengan adanya pengelolaan amal nan terpusat, penerima amal ke depannya dapat lebih merata.
"Makanya saat Abu Bakar memerangi pembayar pajak, pada masa itu amal diberikan ke baitul mal. Saat rasul wafat, orang kaya langsung ke orang miskin. Abu Bakar memerangi bukan lantaran orang tidak bayar, tapi agar ke baitul mal. Saat ini makin banyak penerima zakat," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(fln/ins)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·