CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 04:30 WIB
Ilustrasi. Salat Arbain di Masjid Nabawi jadi salah satu ibadah nan banyak dijalankan jemaah haji di Madinah. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Salat Arbain di Masjid Nabawi menjadi salah satu ibadah nan banyak dijalankan jemaah haji selama berada di Madinah. Berikut penjelasan mengenai tata langkah salat Arbain.
Salat ini dilakukan dengan menunaikan salat fardu berjemaah sebanyak 40 waktu secara berturut-turut tanpa terlewat.
Amalan ini sering dilaksanakan oleh para jemaah lantaran diyakini mempunyai keistimewaan besar. Namun, tidak sedikit nan belum memahami tata langkah pelaksanaannya secara tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu salat Arbain?
Mengutip dari NU Online, salat Arbain merupakan penyelenggaraan salat wajib berjemaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. Untuk menyelesaikannya, jemaah umumnya memerlukan waktu 8 hari tanpa jeda.
Dasar ibadah ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW nan menyebut keistimewaan bagi orang nan menjaga salat di Masjid Nabawi selama 40 waktu tanpa terlewat. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى فِيْ مَسْجِدِيْ أَرْبَعِيْنَ صَلَاةً لَا تَفُوْتُهُ صَلَاةٌ كُتِبَ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَ بَرَاءَةٌ مِنَ الْعَذَابِ وَ بَرِيْءٌ مِنَ النِّفَاقِ -مسند أحمد بن حنبل
Artinya:
"Barangsiapa salat di masjidku ini [masjid Nabawi] selama empat puluh kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, selamat dari azab, serta terbebas dari kemunafikan." (Musnad Ahmad bin Hanbal).
Tata langkah salat Arbain
Pelaksanaan salat Arbain tidak berbeda dengan salat wajib pada umumnya, namun terdapat beberapa perihal krusial nan perlu diperhatikan.
1. Menanamkan niat sejak awal
Jemaah dianjurkan beriktikad untuk melaksanakan salat fardu berjemaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.
2. Menjaga 40 waktu tanpa terputus
Salat kudu dilakukan secara berurutan tanpa ada satu pun nan terlewat, mulai dari Subuh hingga Isya. Jika terlewat satu waktu, maka hitungan kudu diulang dari awal.
3. Dilaksanakan berjemaah di Masjid Nabawi
Keutamaan salat Arbain terletak pada pelaksanaannya di Masjid Nabawi secara berjemaah, bukan dilakukan sendiri di luar masjid.
4. Memaksimalkan ibadah selama di masjid
Selain salat wajib, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, serta beriktikad iktikaf selama berada di masjid.
Para ustadz menganjurkan agar jemaah nan berada di Madinah memanfaatkan kesempatan dengan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. Selama berada di kota tersebut, menjaga salat berjemaah menjadi ibadah utama nan dianjurkan.
Keutamaan ini menjadi argumen banyak jemaah berupaya menjaga konsistensi ibadah selama berada di Madinah.
Meski mempunyai keistimewaan besar, salat Arbain bukanlah tanggungjawab dalam rangkaian ibadah haji. Amalan ini berkarakter sunah dan dapat dilakukan sesuai keahlian masing-masing jemaah.
Dengan memahami tata cara, salat Arbain tidak hanya menjadi sasaran ibadah, tetapi juga bagian dari upaya memperdalam makna ibadahnya.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·