CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 08:05 WIB
Ilustrasi. Tak sedikit orang nan bertanya soal bolehkah menghirup inhaler saat puasa. (Istockphoto/ Catinsyrup)
Jakarta, CNN Indonesia --
Inhaler jadi salah satu solusi saat serangan asma datang. Tapi, bolehkah menghirup inhaler saat puasa?
Setiap orang pasti menginginkan ibadah puasa melangkah lancar tanpa gangguan. Tapi, terkadang ada saja hal-hal nan mengganggu seperti sakit asma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan asma sendiri bisa membikin penderitanya mengalami sesak napas. Biasanya, inhaler jadi jalan ninja untuk mengatasi sesak akibat asma.
Puasa sendiri didefinisikan sebagai menahan lapar dan hawa nafsu sejak mentari terbit hingga tenggelam. Setiap umat Muslim diwajibkan untuk meninggalkan hal-hal nan membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
Mengutip NU Online, makan dan minum sendiri didefinisikan oleh para ustadz dengan memasukkan sesuatu alias barang ke rongga tubuh nan terbuka. Sesuatu nan dimaksud misalnya seperti makanan, minuman, obat, alias barang lainnya.
Benda-benda nan dapat membatalkan puasa disebut dengan 'ain.
Lantas, gimana dengan aroma? Bolehkah menghirup inhaler saat puasa?
Aroma sendiri tidak dikategorikan sebagai hal-hal nan membatalkan puasa. Para ustadz memperjelas bahwa menghirup aroma alias uap tidak bakal membatalkan puasa, sebagaimana aroma masakan.
"Tidak dianggap membatalkan puasa aroma nan dihirup, sebagaimana aroma asap kemenyan alias lainnya, nan terasa mencapai tenggorokan meskipun disengaja, lantaran bukan termasuk ain," tulis Syekh Abdurrahman Ba'alawi dalam Bughyatul Mustarsyidin.
Dengan itu, jika Anda sedang sakit pilek alias asma, boleh-boleh saja menghirup inhaler meski sedang berpuasa. Hal ini diperbolehkan sebagai bagian dari kebutuhan dan menjaga kesehatan diri.
Demikian penjelasan mengenai bolehkah menghirup inhaler saat puasa.
(asr)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·