Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah ke area tengah rangkaian kereta.
Usulan ini disampaikan menyusul tragedi KRL dihantam Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Gerbong wanita berada di rangkai belakang kereta.
Arifah berencana mendorong pertimbangan patokan tata letak tersebut kepada PT KAI. Ia menilai penempatan di area tengah bakal memberikan perlindungan ekstra bagi penumpang wanita dari akibat fatalitas ketika terjadi tumbukan dari arah muka maupun buritan kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, agar tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan jika bisa nan wanita itu ditaruh di tengah. Jadi nan laki-laki di ujung," ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Selain menyoroti aspek keselamatan infrastruktur, kehadiran negara juga dipastikan dalam proses pengobatan komprehensif para penyintas.
Arifah menegaskan bahwa pendampingan dari kementeriannya tidak bakal berakhir pada penanganan luka bentuk seperti memar alias patah tulang, melainkan bakal dikerahkan untuk memulihkan guncangan mental nan dialami puluhan korban.
"Nah, mengenai dengan kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, tentunya nan pertama pendampingan nan kami lakukan bukan hanya dalam perihal medis, tetapi pemulihannya, baik secara bentuk maupun psikologis, lantaran kami lihat ada nan mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus," katanya.
Arifah pun meminta pihak swasta alias perusahaan memperhatikan hak-hak korban. Ia mengimbau para perusahaan memberikan keringanan para korban nan menjadi pekerja alias karyawannya.
"Kemudian nan kedua adalah bagi mereka nan sebagai pekerja, kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih baru bisa masuk lagi ke tempat kerja," ujarnya.
Afifah mengaku sudah berkoodinasi dengan perwakilan perusahaan agar tidak ada pemotongan kewenangan alias hukuman bagi korban nan tetap memerlukan waktu panjang untuk beristirahat.
"Ini nan bakal kita upayakan bersama, mudah-mudahan ini bisa dilakukan oleh beberapa perusahaan. Tadi ada salah satu perusahaan juga nan sudah hadir, kita berjumpa langsung dan kami menyampaikan tolong si korban ini sampai betul-betul pulih, kemudian hak-hak sebagai pekerjanya dipenuhi, dan begitu sehat bisa kembali kerja seperti semula," katanya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal bumi dan 84 korban luka.
PT KAI saat ini tetap membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun ialah di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
Sementara untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini tetap belum dibuka.
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii menyatakan proses pemindahan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, selesai dilakukan. Ia memastikan tak ada korban nan tetap terjebak dalam rangkaian kereta.
(fra/kna/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·