Jakarta, CNN Indonesia --
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia buka bunyi soal penggeledahan instansi mereka oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareskrim Polri.
Manajemen memastikan bakal menghormati proses hukum, serta bersikap kooperatif terhadap proses norma nan berjalan.
"Sebagai bagian dari proses norma nan telah berjalan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerima kunjungan dari pihak Bareskrim & OJK mengenai penjelasan dan pengumpulan informasi," tulis pengumuman resmi Management Perusahaan pada Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirae Asset mengatakan proses penggeledahan siang tadi merupakan kelanjutan dari pengembangan investigasi atas perkara nan sudah lama berjalan, tanpa merinci jelas kasus nan dimaksud.
"Perusahaan menghormati dan bersikap kooperatif terhadap pemeriksaan nan sedang berjalan dan mendukung sepenuhnya permintaan info dan info nan diperlukan," jelas Management.
"Kami memastikan bahwa operasional perusahaan tetap melangkah normal dan pelayanan tidak terdampak," imbuh pihak Mirae.
OJK berbareng Polri menggeledah instansi Mirae Asset mengenai dugaan tindak pidana pasar modal. Penggeledahan dilakukan di Gedung Treasury Tower di area SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3).
Pantauan CNNIndonesia.com, belasan interogator OJK terlihat membawa sejumlah boks berisi peralatan bukti.
Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menyebut penggeledahan dilakukan interogator dalam rangka pengembangan kasus manipulasi penawaran saham perdana alias IPO.
Selain itu, interogator juga menduga terdapat transaksi semu saham nan dilakukan oleh instansi sekuritas MA.
"Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan nilai saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/pta)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·