CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 10:00 WIB
Ilustrasi drone nan tengah terbang. (Foto: Shane Perry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat United Airlines dilaporkan menabrak sebuah drone nan melayang secara terlarangan di dekat Bandara Internasional San Diego, Amerika Serikat.
Insiden ini terjadi pada Rabu (29/4) lampau saat pesawat jenis Boeing 737 tersebut berada di ketinggian 3.000 kaki alias sekitar 914 meter untuk persiapan mendarat.
Pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 1980 tersebut terbang dari San Francisco dengan membawa 48 penumpang dan 6 awak kabin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman percakapan antara kru pesawat dan menara pengawas udara (air traffic control), kru melaporkan bahwa tabrakan terjadi sesaat sebelum mendarat.
Beruntung, pesawat sukses mendarat dengan selamat dan seluruh penumpang turun secara normal di gerbang kedatangan.
"Tim pemeliharaan kami tidak menemukan kerusakan setelah memeriksa pesawat secara menyeluruh," ujar pihak United Airlines dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dilansir The Independent.
Berdasarkan audio nan dirilis akun @theATCapp, kru United Airlines menyebut bahwa drone tersebut berukuran sangat kecil.
"Ukurannya sangat kecil, saya tidak bisa memastikannya. Warnanya merah, mengilap. Saya tidak bisa mengenalinya lebih jauh," lapor kru tersebut.
Juru bicara Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA), Chris Mullooly, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam atas kejadian ini. Berdasarkan izin FAA, pengoperasian drone mempunyai patokan nan sangat ketat.
Drone dilarang keras diterbangkan di atas alias di sekitar area airport (zona terlarang). Tanpa izin khusus, drone juga dilarang terbang di atas ketinggian 400 kaki. Dalam kasus ini, drone tersebut berada di ketinggian 3.000 kaki, nan jauh melampaui pemisah aman.
Insiden ini menambah panjang daftar penyalahgunaan drone di sekitar bandara. Sebelumnya pada bulan Maret lalu, seorang laki-laki di Charlotte juga kudu berurusan dengan norma setelah menerbangkan drone terlalu dekat dengan Bandara Charlotte Douglas untuk kepentingan konten media sosial kliennya.
Petugas federal sukses melacak keberadaan pilot tersebut dan menyita drone-nya. Meskipun hanya terbang selama tujuh menit pada ketinggian rendah, tindakan tersebut dianggap sangat rawan lantaran dilakukan saat landasan pacu sedang aktif digunakan.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·