CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 12:30 WIB
Ilustrasi. Penumpang kelas ekonomi, sekarang bisa rebahan di Pesawat. (Tangkapan layar web www.airnewzealand.com)
Jakarta, CNN Indonesia --
Maskapai Air New Zealand menghadirkan penemuan baru nan berpotensi mengubah pengalaman terbang jarak jauh di kelas ekonomi. Lewat konsep tempat tidur susun alias bunk beds, penumpang sekarang bisa berebahan dan beristirahat dengan lebih nyaman selama penerbangan.
Fasilitas ini bakal tersedia di pesawat terbaru mereka, Boeing 787-9 Dreamliner, melalui jasa berjulukan Economy Skynest. Pemesanan dijadwalkan dibuka mulai 18 Mei 2026 untuk penerbangan tertentu nan bakal beraksi pada November mendatang.
Dalam kabin, tersedia enam ruang tidur perseorangan nan disusun seperti tempat tidur susun. Setiap pod dilengkapi kasur dengan perlengkapan tidur, gorden privasi, sabuk pengaman, lampu baca, port pengisian daya, serta amenity kit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak maskapai juga memastikan kebersihan dengan mengganti bantal, seprai, dan selimut setiap kali sesi penggunaan berakhir.
CEO Nikhil Ravishankar menyebut akomodasi ini dirancang untuk membantu penumpang mendapatkan rehat nan layak, terutama dalam penerbangan ultra jarak jauh. Menurutnya, kesempatan untuk berebahan dan tidur nyenyak bakal membikin perjalanan ke dan dari Selandia Baru terasa lebih ringan.
Mengutip CNN, Air New Zealand juga telah memperkenalkan Skycouch, ialah tiga bangku ekonomi nan bisa diubah menjadi permukaan datar. Konsep serupa apalagi mulai dilirik maskapai lain, termasuk United Airlines, meski respons publik tetap beragam.
Inovasi tempat tidur di pesawat ini sebenarnya bukan perihal baru. Air New Zealand telah menguji konsep tersebut sejak September 2024, dan sekarang siap memperluas penerapannya pada armada Dreamliner terbaru.
Untuk tahap awal, akomodasi Economy Skynest bakal tersedia di rute panjang, termasuk penerbangan sekitar 17 jam dari John F. Kennedy International Airport menuju Auckland, salah satu penerbangan terpanjang di dunia.
Penumpang dapat memesan tempat tidur ini selama empat jam per sesi dengan nilai sekitar US$495 alias setara Rp8 juta.
Durasi tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset maskapai, satu siklus tidur manusia rata-rata berjalan sekitar 90 menit. Dengan waktu empat jam, penumpang punya cukup kesempatan untuk rileks, tertidur, hingga bangun dengan kondisi lebih segar.
Dengan penemuan ini, pengalaman terbang di kelas ekonomi tampaknya bakal semakin mendekati kenyamanan kelas premium, setidaknya untuk urusan beristirahat di udara.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·