Jakarta, CNN Indonesia --
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berbareng Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Syarikah sepakat bahwa pasangan jemaah nan terpisah dapat berasosiasi dalam penempatan hotel di Makkah.
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji atas ketidaknyamanan sebagai akibat kebijakan jasa berbasis syarikah.
Ia menjelaskan PPIH terus berkomunikasi intensif dengan Kemenhaj Saudi dan Syarikah agar bisa menggabungkan kembali jemaah nan terpisah dalam satu hotel meski berbeda syarikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan komunikasi nan intensif dan terus menerus antara kami, Kementerian Haji Arab Saudi dan Syarikah selaku penyedia layanan, akhirnya menyepakati satu kesimpulan, ialah jemaah nan terpisah dari pasangannya bisa digabungkan kembali dalam satu hotel, walaupun syarikahnya berbeda-beda," kata Mukhlis dikutip dari laman Kementerian Agama, Senin (19/6).
Ia menjelaskan penggabungan juga telah disepakati antarsyarikah. Sehingga, antarsyarikah sudah berkomitmen untuk melayani jemaah, dan bakal menata kembali penempatan jemaah terpisah di hotel syarikah masing-masing.
"Penggabungan ini adalah atas dasar kemanusiaan dan kepedulian kita bersama, baik PPIH Arab Saudi, Syarikah, dan Kementerian Haji Arab Saudi," katanya.
Muchlis meminta Ketua Kloter untuk mendata pasangan nan terpisah dan jenis syarikahnya dalam 1x24 jam sejak kehadiran jemaah di Makkah.
"Sedangkan bagi jemaah nan sudah berbareng pasangan namun belum melapor, kami minta untuk melaporkannya segera ke Ketua Kloter untuk kelancaran pergerakan jemaah saat puncak haji, ialah Armuzna," katanya.
"Kami juga telah meminta Kadaker Makkah untuk menunjuk Penanggung jawab unik penggabungan pasangan terpisah ini," imbuh dia.
Muchlis mengapresiasi Kerajaan Arab Saudi nan sudah memenuhi permintaan penggabungan jemaah haji terpisah dengan pasangannya.
"Kami menyampaikan apresiasi nan tinggi kepada pemerintah Arab Saudi nan sudah memperhatikan kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia sebagai Jemaah haji terbanyak di dunia. Kami bakal bekerja terus guna menyempurnakan jasa kepada jemaah haji," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan masalah jemaah haji Indonesia nan terpisah dari pasangan maupun keluarganya bukan akibat dari prosedur Saudi, melainkan kesalahan operasional dari perusahaan nan melayani haji.
Dalam keterangan tertulis, otoritas Saudi menyebut kasus tumpang tindih info jemaah hingga pemisahan kelamin merupakan kesalahan operasional nan dilakukan delapan perusahaan RI nan bertanggung jawab melayani jemaah haji Indonesia.
(yoa/gil)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·