Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink mengatakan ada dua angan timnya saat melawan Manila Digger dalam AFC Challenge League 2025/2026.
Menurut pembimbing asal Belanda ini, Dewa United menjadi representasi Dewa sebagai sebuah entitas upaya sepak bola nan kudu dijaga. Pemain kudu bangga dengan lambang di dadanya.
Selanjutnya, Dewa United mewakili Indonesia di pentas Asia. Ada nama Indonesia nan kudu dijaga dalam setiap pertandingan. Nama ini pula nan bakal dilambungkan saat melawan Manila Digger.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan kami melangkah dengan baik. Dan, saya rasa dalam pertandingan ini kami kudu menyadari bahwa kami mewakili Dewa United," kata Jon Olde dalam bertemu pers sebelum laga, Rabu (11/3).
"Dan bagian kedua adalah, tentu saja, kami mewakili Indonesia. Saya juga tahu bahwa mendapatkan poin, kita juga kudu menyadarinya. Jadi kita mempunyai banyak tanggung jawab."
Musim ini, komposisi pemain Dewa United cukup berbintang. Nama-nama pemain langganan Timnas Indonesia, seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Stefano Lilipaly ada di dalamnya.
Bahkan, pemain naturalisasi seperti Rafel Struick dan Ivar Jenner juga didatangkan. Belum lagi dengan pemain-pemain asing nan terbilang punya nama di pentas Indonesia.
Karena itu, performa Dewa United musim ini agak mengecewakan. Jika di Super League seperti sudah tidak punya kans meraih gelar juara, tidak demikian di pentas Challenge League.
Oleh karena itu Dewa United mau tampil habis-habisan dalam kejuaraan kontinental ini. Apalagi, saat main di pentas Asia, nan mendukung lebih banyak dibanding di pentas lokal.
"Saya rasa kami sudah siap [meraih kemenangan dan lolos ke babak semifinal] dalam pertandingan leg kedua ini," ucap Jan Olde soal kans Dewa United lolos ke semifinal Challenge League.
[Gambas:Video CNN]
(abs/rhr)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·