CNN Indonesia
Selasa, 13 Mei 2025 18:20 WIB
Pemprov DKI tak mau ikut kebijakan Dedi Mulyadi kirim siswa bandel ke barak militer. (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak bakal mengikuti kebijakan nan diterapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendidik siswa nan bandel ke barak TNI alias militer.
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik DKI Jakarta, Chico Hakim mengungkap langkah Pemprov untuk menangani anak-anak nakal. Di antaranya mengaktivasi balai rakyat, GOR dan menambah jam operasional taman hingga perpustakaan.
Menurutnya perihal itu bakal memberi ruang lebih banyak untuk anak muda berkarya dan berkegiatan positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu salah satu penyebab utama dari kenakalan anak alias remaja lantaran daya anak alias remaja tidak dapat tersalurkan di aktivitas positif lantaran keterbatasan ruang," kata Chico saat dihubungi, Selasa (13/6).
Ia meyakini SKPD di lingkup Pemprov DKI bakal bisa saling bersinergi untuk melakukan pembinaan secara berbareng melalui aktivitas dan ruang-ruang berkegiatan bagi anak alias remaja.
"Namun tentu andaikan tindakan nan dilakukan ada unsur pidana apalagi menyebabkan kerugian besar, luka, apalagi jiwa, kami tegas bakal memproses berbareng pihak nan berwajib," katanya.
Sejumlah wilayah di Jawa Barat sebelumnya telah melaksanakan program sekolah militer nan diusung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ada ratusan siswa dari beragam wilayah nan dikirim ke beberapa barak TNI.
Dedi mengatakan program pendidikan di barak militer nan telah melangkah di beberapa daerah, bakal dibuat beberapa gelombang. Ia menjelaskan di tahap awal, pendidikan di barak militer bakal dilakukan selama 28 hari.
(dal/yoa/dal)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·