CNN Indonesia
Rabu, 07 Mei 2025 19:46 WIB
Menurut Aismoli ada salah satu anggotanya nan mengalami penurunan penjualan motor listrik hingga sekarang hanya tersisa 20 persen. (AIMA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Para produsen personil Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) saat ini sedang 'teriak-teriak' lantaran penjualan merosot tajam imbas pemberian subsidi digantung pemerintah.
Ketua Aismoli Budi Setyadi apalagi menyebut ada anggotanya nan sekarang mengalami penjualan motor listrik menyusut hingga tersisa 20 persen pada Januari-Maret 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau secara nomor saya tidak bisa memastikan berapa, lantaran saya belum dapat update dari teman-teman industri. Tapi jika secara presentasi, penjualan sekarang itu hanya tersisa 30-40 persen," kata Budi, di Jakarta, Selasa (6/5).
"Bahkan ada nan sampai 20 persen. Ini penjualan kuartal pertama tahun ini. Jadi jika nan biasa jual 100 unit, sekarang tinggal 25 unit," tutur dia lagi.
Subsidi Rp7 juta per unit nan diberikan pemerintah mulai 2023 sempat membikin produsen kebanjiran pesanan. Namun pemerintah menilai pemberian subsidi ini kurang sukses sehingga kuotanya dipangkas hingga hanya 60 ribu pada 2024.
Sejak saat itu subsidi dihentikan dan sekarang menggantung.
Budi menerangkan ketidakpastian insentif membikin banyak masyarakat menunda pembelian motor listrik. Kondisi itu dikatakan Budi sangat mengkhawatirkan.
"Kami hanya mau kepastian saja, jika memang tidak ada, industri tuh siap. Tapi jangan digantung. Itu bikin masyarakat setop beli kendaraan, wait and see kan. Jadi sekarang penjualan turun banget, iba industri sudah teriak-teriak," ujar dia.
Budi melanjutkan industri motor listrik saat ini sangat butuh support pemerintah, terutama mengenai insentif penjualan.
Bahkan jika memungkinkan, Budi mendorong agar insentif seperti sebelumnya dapat diberikan untuk jangka waktu nan lama. Dengan begitu, produk motor listrik bakal lebih sigap terserap dan ekosistem motor listrik di Tanah Air segera terbentuk.
"Kami sebenarnya tetap butuh support pemerintah. Kalau ada, jangan setahun-setahun, lima-10 tahun kayak India. Jadi ada kepastian untuk menyiapkan industri dengan baik, lantaran menyiapkan prasarana buat industri kan mahal," kata Budi.
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·