Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus mobil listrik meninggal mendadak di perlintasan kereta sekarang menuai perhatian, setelah perihal nan sama dialami armada taksi Green SM di Bekasi, Senin (27/4). Taksi listrik berkelir hijau itu kemudian ditabrak commuter line (KRL), nan diduga menjadi penyebab atas kecelakaan kereta lainnya sehingga belasan nyawa melayang.
Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi membenarkan mobil listrik memang rentan bermasalah saat melalui perlintasan kereta.
Hal itu dikarenakan sistem kontrol mobil listrik dapat terpengaruh akibat medan magnet nan kuat dari rel kereta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem kontrol alias sensornya bisa terpengaruh alias terganggu oleh medan magnet kuat akibat adanya arus listrik kereta nan lintasannya juga mengalir di jalur aliran atas serta relnya," kata Agus melalui pesan singkat, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan dia mobil listrik maupun konvensional menggunakan sistem berbasis elektronik PCU (Power Control Unit)/VCU (Vehicle Control Unit)/ECU ( Engine Control Unit).
Oleh karena itu untuk mobil listrik di UNR 100 dan motor listrik UNR 136, sekarang terdapat pengetesan mengenai EMC untuk sistem kontrolnya (Electro Magnetic Compatibility) agar sistem kontrolnya tidak mengganggu maupun terganggu oleh medan elektromagnetik pada periode kondisi tertentu nan dipersyaratkan.
Senada,Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember pernah menjelaskan mobil listrik memungkinkan kena akibat negatif jika berada di dekat insfrastruktur nan menghasilkan radiasi elektromagnetik seperti rel kereta api.
"Elektromagnetik bisa saling menginduksi, jadi jika bergesekan dengan nan bisa terinduksi kelak menimbulkan medan magnet dan bisa merusak komponen elektronika. Sebenarnya sudah ada caranya biar tidak jadi induksi, misalnya dikasih isolator alumunium foil untuk mendefleksikan radiasi," kata Nur.
Pada mobil, konvensional ataupun listrik, radiasi elektromagnetik dari rel kereta api sanggup bikin komponen elektronik meninggal seketika. Kerusakan nan ditimbulkan bisa bervariasi, tergantung komponen nan rusak.
Ini menjelaskan salah satu penyebab kejadian mobil tiba-tiba mogok ketika melintas rel kereta api. Mobil listrik nan membawa lebih banyak komponen elektronik punya potensi lebih tinggi kena akibat negatif.
Meski demikian, Agus mengimbau seluruh pengguna kendaraan listrik agar tetap berhati-hati saat melintasi rel kereta.
"Agar lebih kondusif maka jaga jarak kondusif dari lintasan rel Kereta dan pastikan jangan memaksakan lewat di atas rel jika diketahui bakal ada Kereta listrik nan segera lewat. Untuk meminimalisasi pengaruh medan elektromagnetik maka memang untuk jalur Kereta listrik sebaiknya diupayakan tidak ada perlintasan nan sebidang," kata Agus.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·