Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus mobil meninggal mendadak di perlintasan rel kereta api sehingga berujung kecelakaan lampau lintas kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang peristiwa ini menyantap korban jiwa.
Seperti nan terjadi saat taksi listrik meninggal mendadak nan terjadi baru-baru ini di perlintasan kereta, nan diduga menjadi penyebab atas kecelakaan antara commuter line (KRL) dengan kereta antar kota di Bekasi, Senin (27/4) malam.
Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) memaparkan penyebab mesin mobil listrik meninggal mendadak saat melintas di perlintasan kereta kerap disebut lantaran adanya medan magnet pada rel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasannya, rel kereta mempunyai emisi elektromagnetik. Artinya ada kabel penghantar arus listrik nan terpasang. Lalu Kabel itu tidak kompatibel dengan mesin mobil, terlebih jika kereta api hendak melintas di sekitar jarak 600 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu arus listrik kemudian menghantarkan medan magnet nan tinggi. Medan magnet itu nan membikin putaran mesin mobil tiba-tiba meninggal saat melintas di atas rel kereta api.
Logikanya, ketika ada arus listrik nan mengalir pada rel kereta bergesekan dengan barang elektromagnetik nan tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas periode batas.
Paparan dari emisi tersebut nan membikin sistem kelistrikan barang lain mati.
Dalam perihal ini Electronic Control Unit (ECU) nan menjadi "otak" mobil berakhir bekerja. Akhirnya mesin mobil mogok tidak bisa bergerak di perlintasan dan kecelakaan pun tak bisa dihindari.
Sementara itu, KAI berdasar penyebab dari mobil macet di atas rel kereta api disebabkan medan magnet nan dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api apalagi dalam radius satu kilometer.
Itulah alasannya petugas menutup palang pintu apalagi ketika kereta belum terlihat.
Disebutkan juga, saat pengendara tidak memindahkan gigi mesin ke putaran lebih rendah, maka putaran mesin dinamo dan koil dapat meninggal akibat medan magnet dari lokomotif tersebut.
Kemudian ada aspek lain nan membikin mobil macet saat melintas di rel kereta ialah aspek psikis. Kondisi ini membikin pengendara panik dan tidak bisa berpikir jernih.
Mengutip situs Daihatsu Indonesia, siapapun nan terjebak pada kondisi ini pasti panik dan ketakutan. Terlebih pada mobil dengan transmisi manual.
Perpindahan kopling dan gas akibat panik jadi tidak stabil dan membikin mesin mobil meninggal dan susah dinyalakan.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·